Seorang teman pernah memberi pertanyaan padaku, katanya seperti ini: "Jika diberi pilihan, kamu mau mau menjadi seperti apa? Seperti wortel?telur?atau biji kopi?" Aku bingung juga dengan pertanyaannya. Saat itu, aku tertawa saja dengan pertanyaan yang diajukan padaku. Soalnya ketiganya tidak ada korelasinya jika dilihat dari segi fungsi, jadi tidak kupilih satupun diantaranya. Karena ketidaktahuanku aku pun merasa bahwa ini pertanyaan buat lucu-lucuan saja.
Namun beberapa saat kemudian, dia mengatakan lagi, "Masa kamu belum pernah mendengar ilustrasi ini?" memang benar Sobat, aku belum pernah mendengar pertanyaan atau ilustrasi seperti ini sebelumnya. Setelah itu, ia memberikan sebuah kata kunci: "Perbedaannya terlihat pada saat sebelum dan setelah ketiganya mengalami perebusan"
Waktu itu aku mulai berpikir, wah ini sepertinya menunjukkan analogi tentang kehidupan. Sobat, pernah lihat dan pegang wortel yang mentah, fisiknya keras dan padat bukan?apakah kamu pernah memakan wortel mentah? wuah..rasanya pasti cukup capek juga untuk mengunyahnya, namun apa yang terjadi, jika kita merebusnya?wortel itu menjadi sangat lunak dan lembut, bahkan anak balita pun dapat memakannya.
Bagaimana dengan telur? Telur mudah pecah namun setelah mengalami perebusan, telur itu pun menjadi kokoh, padat, menyatu dan keras.
Terakhir adalah biji kopi. Sobat, adakah diantara kita yang suka sekali minum kopi?pernah tahu bagaimana proses pembuatan kopi Sobat? aku punya teman yang sangat tahu tentang seluk beluk pengolahan biji kopi. Dulu aku pernah tanya tentang proses pengolahannya dan ternyata merebus biji kopi itu pun ada seninya.
Setelah kopi mengalami pemanggangan, penggilingan, maka perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi. Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna. Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa. Biji kopi yang direbus itu dapat mengubah warna dan membuat cita rasa tersendiri pada air yang merebusnya.
Lalu apa arti dari ilustrasi ini?Apa hubungannya dengan hidup kita?Sobat, "perebusan" tadi mewakili segala kondisi hidup kita, tantangan demi tantangan yang kita hadapi. Adakah yang berubah dari kita ketika menghadapi semua hal-hal yang mungkin menyakitkan kita, mengecewakan kita, lingkungan sekitar yang tidak bersahabat dengan kita, tekanan yang datang dari keluarga, tempat kerja ataupun orang-orang terdekat kita, dsb.
Adakah kita "seperti" wortel? awalnya kokoh, bersemangat, punya prinsip, namun karena tekanan yang datang dari sana-sini, menjadikan kita "lunak".
Ataukah kita "seperti" telur? awalnya sangat rentan terhadap hal-hal tidak baik yang dapat menghancurkan kita, selalu menjauhi hal-hal yang dapat menyakitkan kita, selalu mencari zona nyaman dimana kita tidak mungkin "pecah", namun setelah mengalami bentukan melalui setiap persoalan yang kita hadapi, justru membuat kita semakin kokoh.
Atau mungkin kita ingin menjadi "seperti" biji kopi?yang justru senang dengan perebusan yang sempurna, karena itulah tujuan akhir yang diinginkannya untuk dapat memberi arti dan cita rasa yang baik bagi air yang merebusnya, dan pada akhirnya dapat dinikmati dan memberi semangat tiap orang yang ingin meminumnya. Orang seperti ini adalah pribadi yang tidak bersungut-sungut ketika ia mengalami berbagai tekanan hidup, tidak mudah menyerah, hal-hal yang sepertinya menyakitkannya tidak menjadi masalah baginya, malah dia bersyukur jika dia mengalami hal-hal tersebut, karena dengan demikian dia semakin dimurnikan dan secara perlahan dia justru memberikan dampak baik dan mempengaruhi sekitarnya, sehingga pada akhirnya setiap pribadi yang di sekitarnya mengalami perubahan ke sesuatu yang lebih baik dan setiap orang yang dekat dengannya selalu dapat merasakan kehadirannya yang penuh makna.
Seperti teman saya yang bertanya pada saya, saya pun akan mengajukan pertanyaan yang sama padamu...Sobat, mana yang akan kamu pilih diantara ketiga hal tersebut untuk kamu jadikan sebagai inspirasi bagi hidupmu?
Amsal 24:16
" Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar