Rabu, 09 November 2011

Tapi aku mau tersenyum pada akhirnya

Apakah kamu masih punya harapan?
Atau merasa sudah kehilangan harapan?

Mungkin sekarang, kau hampir tak dapat berharap banyak ketika semua jalan sepertinya tertutup untukmu,
Mungkin kau berkata pada dirimu, tak ada yang berubah, semua sama saja..

Aku ingin berkata padamu satu hal..
Jangan pernah kalah dengan keadaanmu sekarang,
Karena itu hanya sebagian kecil dari cerita perjalanan hidupmu yang masih panjang..

Kalau hari ini, kamu merasa hancur, sakit, patah hati, putus asa,
Katakan hal ini pada hatimu,
Tenanglah..badai ini akan berlalu, tinggallah tenang dalam dekapan TUHAN
Karena aku mau, aku dan engkau tersenyum pada akhirnya..

Jangan menyerah sampai semuanya benar-benar selesai dihadapi dan diakhiri dengan baik..



“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar” Yesaya 59:1

Bagai Sebutir Pasir

Aku berjalan menelusuri pikiranku,
Tiba-tiba aku merasa sepi, hampa dan tak berdaya
Aku merasa seolah-olah..
Tubuhku ini telah "terpisah" dari tulang penyangganya

Aku tertunduk dan tertatih-tatih dalam benakku...
Menerawang jauh,
Jauh sekali...
Sampai aku tak tau dimana batasnya



Yah..Aku mungkin 'tak akan dapat melihatnya lagi,
Kesalahanku ,yang berakhir dengan penyesalan untuk selamanya..
'Tak mungkin dapat kuulang lagi dengan sempurna kisah itu...
Karena aku yang telah merubuhkannya..

Tuhan..
Kenapa aku tercipta?
Kenapa aku harus mengalami rasa ini?
Semestinya tidak pernah sama sekali..

Tuhan..
Aku bagai sebutir pasir di tengah gurun
Kecil, tak terlihat
Ringan, tak berdaya

Hingga tiupan angin yang berhembus pelan pun dapat langsung melenyapkanku
Aku lenyap dan tak kelihatan lagi ntah dimana
Terabaikan dan 'tak bermakna
Terlupakan dan 'tak pantas untuk diingat untuk selamanya..

Tuhan..
Sungguh sakit kalau aku terus sembunyi di tengah hamparan pasir di padang gurun yang luas itu
Biarkanlah aku dan seluruh tentangku benar-benar terlenyapkan
Terbang bersama angin yang berhembus
Supaya aku jauh..jauh dan semakin jauh, bahkan jaauuuuuuuuuhhhhhhhh sekalii ya Tuhan...

Tuhan..
Terima kasih, karena malam ini
Aku menyadari hidupku bagai sebutir pasir yang tak berarti apa-apa,
Jika aku hidup tanpaMU

'Tak ada yang dapat kuandalkan dalam hidup
'Tak ada yang dapat mengangkatku dengan kasih
'Tak ada yang dapat membawaku ke tempat yang lebih baik
Selain KAU TUHAN, Kekasih Jiwaku...

Inilah jalan hidupku
Aku mau, KAU yang s'lalu sertaku
Selamanya...

Aku dan Lukaku...(2)

Dan luka itu terus kuamati...

Ya Tuhan,,ternyata tetap saja..
Sekalipun aku telah jauh darinya..
Namun aku masih merasakan sakit yang amat sangaaat..
Bahkan lebih sakit dari yang sebelumnya..
Aku ga tau bagaimana menghilangkan rasa perih itu..

Kuputuskan untuk tidak melihat bekas itu lagi..
Tapi bagaimana caranya?aku ga bisa sendirian melakukannya..

Tuhan, balutlah lukaku dengan kasihMU
Tuhan, selimuti lah lukaku dengan penghiburan yang dariMU
Tuhan, bersihkanlah seluruh lukaku dengan tanganMU

Sehingga aku tak melihat luka itu lagi
Sehingga aku tak merasakan sakit itu lagi

Tapi aku mau mengampuni diriku dan dirinya
Dan aku mau memulai hidupku dalam kasihMU yang menyempurnakan langkahku, hidupku dan masa depanku..


Aku dan Lukaku..(1&2) ini aku dedikasikan untuk seluruh Sobat yang mungkin pernah mengalami hal ini..

"Masa lalu adalah masa lalu, jangan terlalu melekat padanya..Bebaskan hatimu untuk pengampunan terhadap diri sendiri dan orang lain atas kesalahan yang mungkin pernah terjadi"


Inilah pesanku hari ini,,semoga menjadi berkat untukmu...

Selasa, 08 November 2011

Aku dan Lukaku...(1)

Luka itu walaupun sembuh tetap aja masih meninggalkan bekas
Terlihat jelas atau tidak, tetap saja masih berbekas,

Entah kapan hilangnya, aku pun tak tau..
Bisa jadi dalam waktu yang singkat, bisa jadi dalam waktu yang lama..
Entahlah aku pun tak tau,

Mudah bagiku untuk mengingat kejadian itu,
Tinggal melirik sejenak pada luka itu,

Dan dalam sekejap, seolah aku merasakan pedih, miris, sakit,
Seperti nyata dan sedang kualami kembali

Jangan tanya aku kenapa bisa demikian,
Namun tanyakanlah pada dirimu kenapa bisa seperti itu,

Jangan terlalu sibuk untuk menghentikanku melihat luka itu,
Namun, tanyakanlah pada dirimu apakah kau telah menolongku untuk tak kembali melihatnya,

Jangan terlalu menyalahkanku,
Namun, tanyakanlah pada dirimu siapa yang memulainya,

Jangan sesali, jika aku pergi
Karena ternyata kau yang menginginkannya

Jangan pernah menghakimiku,
Karena kau tak terlalu pantas untuk menilaiku,

Biarlah aku dan semua lukaku,
Pergi darimu selamanya..

Dan semoga..lukaku ini,
Bersih dan lenyap ketika aku tak lagi bersamamu...

Mungkin itu lebih baik untukmu dan untukku,,
Selamat menemukan kebahagiaanmu..