Rabu, 09 November 2011

Bagai Sebutir Pasir

Aku berjalan menelusuri pikiranku,
Tiba-tiba aku merasa sepi, hampa dan tak berdaya
Aku merasa seolah-olah..
Tubuhku ini telah "terpisah" dari tulang penyangganya

Aku tertunduk dan tertatih-tatih dalam benakku...
Menerawang jauh,
Jauh sekali...
Sampai aku tak tau dimana batasnya



Yah..Aku mungkin 'tak akan dapat melihatnya lagi,
Kesalahanku ,yang berakhir dengan penyesalan untuk selamanya..
'Tak mungkin dapat kuulang lagi dengan sempurna kisah itu...
Karena aku yang telah merubuhkannya..

Tuhan..
Kenapa aku tercipta?
Kenapa aku harus mengalami rasa ini?
Semestinya tidak pernah sama sekali..

Tuhan..
Aku bagai sebutir pasir di tengah gurun
Kecil, tak terlihat
Ringan, tak berdaya

Hingga tiupan angin yang berhembus pelan pun dapat langsung melenyapkanku
Aku lenyap dan tak kelihatan lagi ntah dimana
Terabaikan dan 'tak bermakna
Terlupakan dan 'tak pantas untuk diingat untuk selamanya..

Tuhan..
Sungguh sakit kalau aku terus sembunyi di tengah hamparan pasir di padang gurun yang luas itu
Biarkanlah aku dan seluruh tentangku benar-benar terlenyapkan
Terbang bersama angin yang berhembus
Supaya aku jauh..jauh dan semakin jauh, bahkan jaauuuuuuuuuhhhhhhhh sekalii ya Tuhan...

Tuhan..
Terima kasih, karena malam ini
Aku menyadari hidupku bagai sebutir pasir yang tak berarti apa-apa,
Jika aku hidup tanpaMU

'Tak ada yang dapat kuandalkan dalam hidup
'Tak ada yang dapat mengangkatku dengan kasih
'Tak ada yang dapat membawaku ke tempat yang lebih baik
Selain KAU TUHAN, Kekasih Jiwaku...

Inilah jalan hidupku
Aku mau, KAU yang s'lalu sertaku
Selamanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar