Jumat, 30 September 2011

Home Sweet Home (Part 3)


Sobat, di awal tulisanku kali ini, aku ingin bertanya padamu beberapa hal..
* Sobat, apa sebenarnya impian terbesarmu? Lalu seberapa penting impian itu terwujud dalam kehidupanmu?
* Nah..jika kamu menganggap hal itu penting: Kira-kira untuk saat ini, apakah kamu sudah hampir mendekati impianmu tersebut? 
* Jika dikonversikan ke persen, kira-kira sudah berapa persenkah kamu mempersiapkannya?
* Jika masih < 50%, kira-kira berapa lama lagi target/estimasi waktu yang kamu pikirkan untuk mencapai impianmu tersebut?
* Dan bagi yang merasa bahwa persiapannya sudah berada di posisi 70-90%, apakah kamu sudah benar-benar siap merealisasikannya dalam hidupmu?
* Apa yang membuat kita begitu yakin, bahwa impian kita itu adalah sesuatu yang harus diwujudkan dan penting bagi kita?

Semua jawabannya ada pada diri kamu, Sobat..Mungkin dan pasti kita semua punya impian, kita ingin supaya satu atau bahkan beberapa dari list impian kita dapat terwujudkan dalam hidup kita. Kita punya banyak alasan mengapa hal itu penting bagi kita, mungkin untuk kebaikan kita, mungkin untuk kebaikan keluarga kita, atau mungkin untuk kebaikan lingkungan dan sesama kita.

Semuanya baik sobat..tidak ada yang salah jika aku dan kamu punya sebuah impian atau lebih..Namun ada sesuatu yang harusnya kita renungkan terlebih dulu sebelum kita membangun "rumah impian" kita tersebut..apa itu? Pernah membaca atau mendengar tentang perumpamaan dua orang yang membangun rumah di atas dua macam dasar.,? (Mat 7:24-27 & Luk 6:47-49)

Dua macam dasar (Mat 7:24-27)
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Luk 6: 47-49
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya. Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."


- Ada 2 orang yang dijadikan perumpamaan disini, yang pertama orang yang bijaksana dan kedua adalah orang bodoh

- Orang yang bijaksana tadi membangun rumahnya di atas batu, namun orang yang bodoh itu membangun rumahnya di atas pasir

- Ketika hujan turun, banjir dan badai datang melanda, rumah yang dibangun di atas pasir rubuh dan hebatlah kerusakannya, namun yang dibangun di atas batu tetap kokoh berdiri.

- Orang yang bijaksana tadi adalah lambang orang yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya, sehingga ketika pun hidupnya penuh dengan tantangan, pergumulan, kegagalan, kekecewaan, sakit yang tidak dapat disembuhkan, dia akan tetap berpegang teguh pada imannya dalam Kristus, dia tetap mengasihi Tuhan sekalipun permohonannya belum terkabulkan, dan dia tidak terikut arus zaman ini namun tetap setia pada Yesus sampai akhir hidupnya. 

- Orang yang bodoh tadi adalah lambang orang yang memang mendengarkan perkataan Yesus, tapi tidak melakukannya..dia membangun hidupnya sesuai dengan cara dunia, landasannya hanya sesuatu yang sifatnya sementara, sehingga ketika tantangan datang, dia tidak punya dasar yang kuat lagi untuk dapat tetap melanjutkan hidupnya seperti yang Tuhan mau, dia hanyut dengan dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini..


Sobat..Mana yang kamu pilih?
Membangun "rumah"mu di atas batu atau di atas pasir?
Apakah "rumah impian"mu hanya sekedar untuk memuaskan hasratmu sebagai manusia saja?
Atau digerakkan oleh sebuah VISI yang kekal..?
Apa yang menjadi dasar "rumah"kita?
Apa yang menjadi dasar hidup kita?

Hiduplah seperti rumah yang dibangun di atas batu,
Sehingga ketika badai datang melanda,
Rumah itu tetap berdiri kokoh,
Dan setiap orang yang melihat "rumah" tersebut akan melihat bahwa benarlah "rumah" itu telah dibangun di atas dasar yang benar,
Bukan di atas dasar yang sifatnya fana...

Rabu, 28 September 2011

Home Sweet Home..(Part 2)

Cintailah "rumahmu" sebagaimana adanya dia
Secantik-cantiknya, sebesar-besarnya, semewah-mewahnya rumah orang lain, tetap itu adalah milik orang lain bukan milik kita...

Sejelek-jeleknya, sekecil-kecilnya, sesederhana-sederhananya rumah kita, kita harus bersyukur, karena itu adalah kepunyaan kita, tempat kita tinggal, tempat kita berbagi suka dan duka dengan keluarga, tempat kita berbagi kasih, tempat kita mengekspresikan seluruh diri kita, keinginan kita, harapan kita, semuanya tertuang di rumah kita..

Sobat, ini bukan hanya cerita rumah secara fisik (desain eksterior maupun interior), namun ini adalah sebuah analogi tentang kehidupan. Apa makna dari analogi ini? Sering sekali kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Biasanya kita membandingkan diri kita dengan orang yang punya keadaan yang jauh lebih baik dari keadaan kita yang sekarang. Memang, ketika diitinjau secara fakta, mungkin benar orang lain punya banyak hal baik daripada kita, baik dari segi ekonomi, pekerjaan, pendidikan, keluarga, atau bahkan tampilan fisiknya, namun bukan berarti karena hal tersebut, lantas kita punya alasan untuk menjadi sedih, berkecil hati, minder, malu, mengomel atau bersungut-sungut. Seharusnya, kita dapat mengasihi, menghargai dan bersyukur atas "rumah" (diri kita, keluarga kita, pekerjaan kita, keadaan fisik, kondisi kita secara keseluruhan saat ini) yang Tuhan percayakan untuk kita "tempati" sampai saat ini..karena sebenarnya Tuhan punya rencana baik di dalamnya.

Sobat, coba bayangkan dan coba praktekkan selama 10-15 menit saja kita mendongakkan kepala dan lihat ke atas (langit-langit rumah kita), pasti ada rasa pegal kan?untuk merilekskan otot leher anda kembali, tunduklah secara perlahan dan lihat ke bawah (lantai rumah kita), biarkan sejenak pada posisi itu, semoga kamu merasa nyaman kembali.. 

Apa artinya Sobat? Semakin lama anda melihat teman-teman anda yang berada di posisi puncak, semakin sering anda hanya membandingkannya dengan kekurangan anda, semakin lama anda merasakan "sakit" dan kekecewaan dalam diri anda, anda jadi sering bersungut-sungut, marah-marah tidak jelas, sedih dan merasa diri "kecil".. 

Oleh karena itu jangan terlalu lama melihat ke atas, lihatlah sekali-sekali ke bawah. Arahkanlah pandangan anda kepada orang-orang yang kurang beruntung, mereka yang masih berkekurangan, tidur di kolong jembatan, tidur beralaskan tanah dan beratapkan langit, tinggal di perkampungan kumuh; mereka yang tidak dapat membaca-menulis, tidak dapat melanjutkan sekolah, bukan karena mereka malas, tetapi  karena keterbatasan dana; mereka yang tidak dapat makan dengan gizi yang baik; mereka yang tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap, mereka yang harus bersusah payah bekerja ditimpa panas matahari dan hujan untuk tetap dapat melanjutkan hidupnya beserta keluarganya, mereka yang sakit-sakitan tapi tidak bisa diobati karena kekurangan fasilitas dan tidak ada duit, dan masih banyak hal lain yang lebih menyedihkan dan ironisnya mereka ada di sekitar kita dan kalau kita lihat lebih dekat ternyata mereka masih lebih sering bersyukur dibandingkan kita yang cukup memiliki segala yang kita perlukan..

Apa yang telah kita perbuat untuk mereka?

Kita terlalu sering mengasihani diri sendiri,
Berjuang untuk diri sendiri,
Waktu kita habis untuk pembuktian diri kita di hadapan orang lain,
Perhatian kita terlalu sering kita fokuskan untuk keberhasilan kita sendiri..

Sobat, kali ini aku pun diingatkan
Betapa pentingnya kita bersyukur dalam segala keadaan

Aku tidak mengatakan, bahwa kita tidak boleh melihat ke atas
Aku tidak menyarankan, bahwa kita harus berhenti untuk berpikir mengembangkan diri kita lebih baik lagi dari yang sekarang..
Aku tidak menyerukan, bahwa kamu jangan terlalu berjuang untuk masa depanmu

Justru aku sangat setuju, jika sekali-kali kita harus melihat ke atas
Supaya kita tahu posisi kita,
Supaya kita tahu membenahi diri kita,
Supaya kita mampu berkinerja baik

Namun, jangan lupa untuk sewaktu-waktu melihat ke bawah
Supaya kita tahu apa peran kita
Supaya kita tahu bagian mana yang perlu dibenahi untuk mereka
Supaya kita mampu memberi pertolongan dan jalan keluar yang baik untuk mereka

Sehingga melalui perbuatan kita yang tampak kecil sekalipun, ada orang yang terbantu..
Semakin banyak orang yang terbantu, semakin banyak juga orang yang mengucap syukur dan memuliakan Tuhan atas pekerjaan-NYA..

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tesalonika 5:18)

"Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus" (Efesus 5:20)

Selalu mengucap syukur kepada Allah menunjukkan bahwa kita mempercayai DIA sepenuhnya dalam totalitas hidup kita

BERHENTILAH BERSUNGUT-SUNGUT ATAS APA YANG TIDAK KAMU MILIKI
DAN
BERSYUKURLAH DENGAN TAK HENTI-HENTINYA ATAS APA YANG SUDAH TUHAN BERIKAN UNTUKMU...

For my luvly sister, Ruth Fidola Silalahi..Thank you for inspiring me..Gbu^_^

Selasa, 27 September 2011

Home Sweet Home..(Part 1)

Terkadang ketika kita harus berjalan jauh, tinggal lama di suatu tempat dan membuat kita terpisah untuk sementara waktu dengan orang-orang yang kita kasihi, membuat kita mengerti dan memahami betapa kita memerlukan rumah dan ingin kembali pulang ke rumah.


Rumah bukan hanya suatu ruang tempat kita tinggal

Rumah bukan hanya sebuah tempat untuk kita berteduh dari panas dan hujan

Rumah bukan hanya sebuah bangunan untuk kita dapat "menyampaikan" pesan pada sekitar kita bahwa sekarang kita sudah dalam keadaan yang mapan

Namun..

Rumah adalah "ruang belajar" bagi tiap pribadi yang tinggal di dalamnya,

Belajar tentang saling menghormati, saling mengasihi, saling menopang, saling mendoakan, saling memiliki, saling membantu, saling mendengarkan, saling memberikan solusi, saling memperhatikan dan sama-sama membangun kecintaan pada TUHAN ...

Rumah, tempat untuk kita berteduh dalam kasih yang hangat, tempat kita bernaung dan berlindung dari segala kejahatan dunia yang menggoda kita, rumah tempat kita mengadu tentang segala hal yang terjadi pada kita di luar sana..

Rumah bukan bangunannya, melainkan pribadi-pribadi yang ada di dalamnya, yaitu keluarga kita..
Keluarga yang selalu bersama kita dalam suka maupun duka dan tidak pernah meninggalkan kita

Sebagaimana kita selalu merindukan rumah kita yang ada di dunia ini,
Tuhan pun ingin, kita selalu merindukan untuk datang ke rumah-NYA
Datang, dengan hati yang bersukacita dan mengucap syukur
Datang, dengan hati yang memuji dan memuliakan nama-NYA
Datang, dengan segala keberadaan kita dan bernaung dalam kasih-NYA
Datang, dengan segala kerendahan hati untuk dipulihkan di dalam kasih-NYA

Sebagaimana kita selalu merindukan rumah kita yang ada di dunia ini,
setelah melakukan perjalanan panjang kita, baik itu karena pekerjaan, liburan atau urusan lainnya,
Tuhan pun ingin, kita selalu merindukan untuk datang ke rumah-NYA
Sebelum kita memulai aktivitas kita di pagi hari,
Di sepanjang aktivitas kita,
Bahkan selepas kita melaksanakan aktivitas kita seharian penuh

  TUHAN ingin kita selalu berdiam di kaki-NYA,
Mendengarkan setiap perkataan-NYA,
Memiliki waktu-waktu teduh yang berkualitas,

Karena dengan mendengarkan, Kita semakin tahu apa yang TUHAN mau
Karena dengan mendengarkan, kita akan semakin bijaksana
Karena dengan mendengarkan, kita akan semakin dipertajam untuk melanjutkan MISI-NYA
Karena dengan mendengarkan, iman kita bertumbuh dan akhirnya kita dapat bekerja dengan benar, berpikir dengan benar, berbuat dengan benar, bertindak dengan benar, berkata-kata dengan benar..


Satu hal  telah kuminta  kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.(Mzm 27:4)

Minggu, 25 September 2011

Jauh di mata, dekat di hati atau Jauh di mata, jauh di hati..?

Membangun dan menjalin komunikasi yang baik antara keluarga, teman, rekan kerja, apalagi dengan kekasih hati adalah hal penting bagi setiap orang..Semua orang selalu berupaya untuk dapat tetap berhubungan baik satu sama lain, sekalipun mereka terpisah oleh jarak yang jauh..Dengan melihat kebutuhan ini, para provider telekomunikasi pun berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan jaringan telekomunikasi pun menjadi sangat pesat di negara kita ini. Tak heran secara tidak langsung, pepatah "Jauh di mata, dekat di hati" pun dapat terealisasikan dalam kehidupan nyata. Setidaknya ada banyak orang yang tertolong untuk dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan orang-orang yang mereka kasihi, walaupun di sisi lain sering juga ditemukan orang yang sangat identik dengan pernyataan "Jauh di mata, jauh di hati.." sehingga banyak hubungan antara keluarga yang berantakan, hubungan persahabatan menjadi retak bahkan hubungan antara sepasang kekasih putus di tengah jalan.

Lalu, apa yang sebenarnya menjadi dasar bagi kita untuk selalu dapat membangun dan mempertahankan jalinan kasih, jalinan keluarga, jalinan hubungan yang baik dengan orang-orang yang berarti dalam hidup kita? Semuanya bukan hanya berdasarkan komunikasi yang baik, melainkan pada kasih,  kepedulian, kerendahan hati, dan kesetiaan yang tulus. 

Apa yang menyebabkan seseorang tetap dapat menanyakan kabar dan mendengarkan kondisi orang tuanya, berbagi cerita tentang perjalanan hidup mereka, dan merindukan orang tua yang telah mengasuhnya sejak lahir sekalipun dia sudah berada di kota lain, pulau lain atau bahkan di negara lain? jawabnya adalah : KASIH

Apa yang menyebabkan seseorang tetap dapat menjalin hubungan, memperhatikan, memberi dukungan, memberi penguatan, menawarkan bantuan kepada teman, keluarga, kerabat yang pernah hadir dalam hidupnya waktu masa-masa dulu hingga sekarang?jawabnya adalah: KASIH dan KEPEDULIAN  

Apa yang menyebabkan seseorang yang sudah lama sekali tidak berkomunikasi, mungkin karena luka hati, mungkin karena ada masalah yang tidak terselesaikan, mungkin karena masing-masing merasa dirinya benar, mungkin karena merasa bahwa seharusnya dia tetap mendapat perhatian dan sudah menjadi kewajiban orang lain untuk menanyakan kabarnya, mau kembali menjalin hubungan yang baik terhadap orang-orang yang sudah dianggapnya mengecewakannya? jawabnya adalah: KASIH dan KERENDAHAN HATI

Apa yang menyebabkan seseorang tetap dapat menaruh kasihnya hanya pada satu orang, memegang komitmen akan janjinya untuk setia hanya pada satu orang, menjalin hubungan kasih hanya pada satu orang, tidak mengijinkan dirinya untuk mengenal orang lain (beda gender) untuk alih-alih dikatakan sebagai "sahabat" padahal sebenarnya dijadikan TTM  (Teman Tapi Mesra). Apa yang menyebabkan seseorang dapat teguh dalam doa, dan menaruh harapannya dan impiannya untuk membentuk keluarga hanya pada satu orang, yaitu orang yang saat ini telah menjadi kekasih hatinya, sekalipun mereka sedang terpisah oleh jarak yang jauh, sekalipun di sekitarnya masih ada banyak orang yang secara fisik masih jauh lebih baik dari kekasih hatinya saat ini? jawabnya adalah: KASIH DAN KESETIAAN

Sobat, dalam semua pertanyaan tersebut, jawaban mendasarnya adalah KASIH, kemudian diikuti oleh KEPEDULIAN, KERENDAHAN HATI DAN KESETIAAN. Oleh karena itu yang harus kita pahami bahwa yang harus kita miliki dalam hidup ini adalah KASIH YANG BENAR. Kasih yang benar, kasih yang tulus, kasih yang sejati berasal dari Tuhan Yesus. Sobat, jika kita dapat menjalin komunikasi dan mengasihi sungguh orang-orang yang hadir secara nyata dalam hidup kita, seharusnya kita pun dapat lebih sungguh-sungguh lagi menjalin komunikasi dan kasih kita dengan TUHAN yang telah hadir dalam hidup kita, menyatakan kasihNYA dalam pengorbananNYA di kayu salib untuk menebus dosa kita, yang telah mengadakan segala yang kita perlukan, bahkan telah menghadirkan orang-orang yang kita kasihi dalam perjalanan hidup kita..


TUHAN DEKAT DENGANMU, 
MASALAHNYA APAKAH KAU MAU MENDEKAT PADANYA?

TUHAN DEKAT DENGANMU,
MASALAHNYA APAKAH KAU MAU MEMBUKA MATA HATIMU UNTUK MELIHATNYA?

TUHAN DEKAT DENGANMU,
MASALAHNYA MENGAPA KAU MASIH TETAP MERASA BAHWA DIA JAUH DARIMU KETIKA KAU MENGALAMI MASALAH DAN TEKANAN HIDUP?

TUHAN DEKAT DENGANMU,
DIA SEDANG MENUNGGU KAU DATANG PADANYA DAN MENYERAHKAN HIDUPMU SEPENUHNYA UNTUK DIGEMBALAKAN OLEHNYA...

TUHAN DEKAT DENGANMU,
HIDUPLAH DI DALAMNYA DAN TINGGALLAH DALAM KASIHNYA

TUHAN DEKAT DENGANMU, 
IA HANYA SEJAUH DOA...


MAZMUR 145: 18
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.



Jumat, 23 September 2011

Tuhan..aku ingin menjadi "anak kecil" kembali..

Pernah terpikir untuk menjadi anak kecil kembali? Enak yah jadi mereka..mereka tidak perlu memikirkan bagaimana caranya menghadapi esok hari, bagaimana cara menyikapi orang-orang yang selalu "menguji" kesabaran, bagaimana mencapai target, bagaimana caranya untuk bisa membagi waktu dengan baik agar semua pekerjaan dapat terlaksana dengan baik, bagaimana tetap dapat menjaga image baik di hadapan semua orang, mereka tidak perlu kuatir akan segala pandangan orang terhadap diri mereka. Mereka bebas berekspresi, tertawa saat mereka ingin tertawa, menangis saat mereka ingin menangis, merajuk saat keinginan mereka tidak terwujud, melompat-lompat saat mereka merasa gembira karena keinginan mereka dipenuhi, berteriak-teriak "horeeey" saat mereka diajak pergi ke tempat yang mereka idam-idamkan, merengek-rengek saat orangtuanya tidak jadi mengajaknya ke taman bermain, membujuk dan mendekati orangtuanya saat ia ingin meminta sesuatu, memeluk erat-erat dan mencium orang yang dia percaya dan sayangi (orangtua dan keluarganya) untuk menyatakan bahwa mereka sungguh mengasihi orangtua dan keluarga tersebut, mereka akan mencari dan memanggil orangtuanya saat mereka merasa ketakutan kemudian masuk dalam pelukan hangat papa dan mamanya untuk mendapatkan perlindungan, mereka tidak pernah pusing terhadap segala aturan yang dibuat..yang mereka tahu bahwa ketika dikatakan "jangan.."maka hal itu tidak boleh dilakukan lagi, walaupun sebenarnya mereka masih ingin melakukannya lagi..Masih banyak lagi hal-hal baik yang dimiliki seorang anak kecil..


Kita juga dulunya mengalami hal yang di atas..Namun seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur, manusia yang katanya semakin dewasa mengeliminasi sifat kanak-kanak tadi. Padahal seharusnya tidak semua sifat itu kita buang jauh-jauh dari diri kita. Lalu apakah kita harus menjadi kanak-kanak terus  menerus? Bukankah kita harus semakin matang, bijaksana, pandai melihat situasi, menjaga performance kita supaya selalu dipandang baik dan dihargai oleh orang-orang sekitar kita..


Sobat, hal ini benar sekali..Semakin kita dewasa, tantangan yang kita hadapi dulu waktu kecil berbeda dengan yang sekarang kita hadapi dan pasti akan berbeda dengan tantangan yang akan kita hadapi di masa tua nanti..Perjalanan hidup kita pasti beda-beda. Semua ditempa secara luar biasa menurut Tuhan. Ada yang ditempa dengan keras dari dulu, namun ada yang ditempa secara perlahan. Pastinya tidak ada yang terlepas dari bentukan Tuhan..


Renungkanlah kembali, terkadang kita yang katanya sudah dewasa ini selalu mengambil alih apa yang sebenarnya bukan bagian kita. Kita "mengambil" bagiannya TUHAN. Kita pikir kita harus menjadi orang yang dapat menyelesaikan semua masalah di sekitar kita dengan mengandalkan kemampuan, kekuatan kita, tanpa kita datang kepada BAPA seperti seorang anak datang bercerita dan meminta tolong kepada papanya, datang kepada papanya untuk dipeluk dan merasakan perlindungan yang aman, memohon kepada papanya supaya papanya menolongnya. 


Kebanyakan orang dewasa merasa seperti Superhero, yang bisa single fighter dan tak perlu siapapun..

Kebanyakan orang dewasa menipu dirinya sendiri dan menipu orang lain, karena ketika mereka sedih mereka tertawa, mereka bermuka dua (lain di wajah, lain di hati)..

Kebanyakan orang dewasa terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang dirinya dan selalu berusaha menyenangkan semua orang tanpa menghiraukan perasaan dirinya sendiri ataupun kehendak TUHAN..

Kebanyakan orang dewasa terlalu kuatir akan hidupnya, mereka lupa bahwa TUHAN lah yang menjadikan segala sesuatu dan menyediakan segala sesuatu..

Kebanyakan orang dewasa memikirkan harga dirinya yang terlalu tinggi dan melupakan SIAPA yang sebenarnya patut ditinggikan dalam hidupnya..

Kebanyakan orang dewasa terlalu banyak pertimbangan, takut ditolak, takut dijauhi, takut diturunkan dari jabatan, takut dicap sok idealis, sehingga berhenti mengerjakan segala perbuatan yang baik dan benar yang menjadi kehendak TUHAN..

Kebanyakan orang dewasa susah sekali untuk mengucapkan "TUHAN, aku mengasihiMU" melalui seluruh aspek kehidupannya..

Kebanyakan orang dewasa sulit sekali mempercayakan seluruh hidupnya kepada TUHAN, tidak mau menggenggam tangan TUHAN erat-erat saat mereka begitu takut dan hampir jatuh, mereka terlalu percaya bahwa mereka sanggup menyelesaikan dengan cara mereka sendiri..

Kebanyakan orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka lemah dan tidak bisa hidup tanpa kasih dan kemurahan TUHAN..
Menjadi seperti anak kecil, bukan berarti kita harus kembali ke masa kanak-kanak dan atau melepaskan tugas dan tanggung jawab kita sebagai apa kita saat ini.. Melainkan menjadi seperti anak kecil menunjukkan bagaimana sikap hatimu kepada BAPA..bagaimana kamu memberikan dan mempercayakan hidupmu dalam KASIH KARUNIA ALLAH..


Markus 10:15:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil , ia tidak akan masuk ke dalamnya"

Rabu, 21 September 2011

Don't love a book by its cover

                                                                                 
Beberapa kali terjadi dan seringnya aku membeli sebuah buku karena pada awalnya tertarik saat melihat sampul depannya yang cantik, berwarna cerah namun elegan, judulnya yang menarik, apalagi kalau hard cover pasti aku akan langsung mendekati buku itu, mengambilnya, membacanya secara garis besar, lalu membelinya, membawanya pulang ke rumah dan cepat-cepat bergegas membacanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tampilan yang menarik dari sebuah buku, secara umum dapat menarik minat seseorang untuk mengetahui isinya lebih lanjut..sama seperti istilah "Love at the first sight" ini juga hal yang sering terjadi pada kita-kita secara umum..kalau dalam istilah bahasa Indonesianya sering dikatakan "Dari mata turun ke hati" ^_^, Setuju dengan hal ini, Sobat?

Aku tidak mengatakan, jika seseorang selalu ingin tampil maksimal dalam tampilan luarnya adalah sebuah kesalahan, tidak sama sekali, karena sejujurnya semua orang pasti senang dengan setiap hal yang bersih, indah dan menarik. 

Namun yang mau aku utarakan di tulisanku kali ini, berhati-hatilah supaya jangan sampai kamu jatuh hati pada seseorang hanya karena segala sesuatu yang tampak dari luar pribadinya, jangan sampai kamu jatuh hati pada seseorang hanya karena wajahnya yang menarik, karena posisi yang dimilikinya, karena harta yang dia punya, karena kata-katanya yang manis, atau hal lain yang hanya dapat dilihat kasat mata..tetapi lihat dan "selidiki"lah sampai "kedalaman hati" nya. 

Apakah sungguh hatinya secantik/setampan wajahnya? Adakah dalam seluruh aspek kehidupannya dia pun tampil maksimal sebagai orang percaya? Adakah tiap-tiap kata-katanya sungguh tulus keluar dari hati yang takut akan Tuhan dan selalu memberkati setiap orang yang ada di sekitarnya? Adakah dia seorang yang bertanggung jawab mengelola dengan baik atas segala harta, bakat dan talenta yang Tuhan percayakan padanya? Adakah dia benar-benar pribadi yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budinya? 

Sebab jika dia adalah pribadi yang mengasihi dan setia pada Tuhan, dia pun dapat mengasihimu dengan benar, mengasihi keluarga dengan tulus dan menjadi teman hidupmu yang setia, yang selalu bersamamu dalam suka duka, tetap mengasihimu walaupun kamu sudah memasuki usia senja dimana fisikmu tidak sebaik di masa muda, selalu membuatmu tersenyum dan bahagia menjalani hari-harimu, selalu meneguhkan waktu kamu mulai lemah, menjadi teman terbaik dalam membimbing putra-putri kalian nantinya, menjadi teman bermisimu mewujudkan kasih ALLAH di tengah dunia ini..


Cover yang menawan dari sebuah buku adalah sesuatu yang penting,

Namun ada yang terpenting, yaitu rangkaian tulisan di dalamnya

Adakah rangkaian tulisan itu membuatmu semakin mengasihi, mengagumi dan memuliakan SANG PENULIS yang telah menciptakannya sebagaimana adanya dia?

Adakah rangkaian tulisan itu menjadi cerminan dirimu yang sama-sama punya kerinduan untuk menjadi pribadi yang dikenan Tuhan?

Adakah rangkaian tulisan itu punya power dan memiliki tujuan akhir yang jelas?

Atau hanya sekedar rangkaian tulisan yang enak dibaca, seru, lucu, menyenangkan, tapi tidak membawa pengaruh baik apapun bagi pertumbuhanmu

ADALAH LEBIH BAIK JIKA KEINDAHAN COVER SELARAS 
DENGAN 
KEINDAHAN ISINYA..

Pilihan ada padamu..apakah kamu ingin mengasihi sesuatu yang bersifat sementara dan dapat berubah? atau sesuatu yang sejati dari TUHAN...

Selasa, 20 September 2011

10 Titik yang baru saja terlintas di benakku...

Goresan pena kehidupan menghubungkan titik-titik waktu, titik-titik tekanan hidup, titik-titik kegagalan, titik-titik kekecewaan, titik-titik kebahagiaan, titik-titik penantian, titik-titik kesabaran, titik-titik pengharapan, titik-titik kesetiaan, titik iman, membentuk sebuah pertemuan garis yang indah yang disebut dengan:


MASA DEPAN INDAH YANG PENUH DENGAN HARAPAN DALAM KASIH  DAN KEMURAHAN TUHAN...

Aku ga bisa terima!!!

Kok bisa? Kayaknya dia ga tepat di posisi itu..Aku yang lebih cocok disana. Jelas-jelas aku lebih pintar dari dia, aku lebih rajin, berinisiatif tinggi, aktif dalam segala pertemuan, idealis, komunikatif, cepat tangggap, teliti, disiplin, pekerjaanku pun selalu lebih rapi darinya? Kok malah dia yang terpilih untuk dipromosikan?Benar-benar tidak adil..Aku ga bisa terima!

Kok bisa yah dia jatuh hati pada orang itu?Jelas-jelas aku tuh lebih baik darinya, lebih perhatian, lebih mengasihinya, wajahku juga lebih baik darinya, lebih tau apa yang dia butuhkan..hmm..kupastikan dia akan menyesal karena tidak memilihku..Aku ga bisa terima!

Lagi-lagi dia, lagi-lagi dia..kenapa sih di keluarga ini yang selalu diutamakan dia?kenapa sih kasih sayang keluarga ini selalu tertuju ke dia?benar-benar pilih kasih..Aku ga bisa terima!

Sobat, lagi-lagi aku selalu memulai tulisan di blog ku dengan menuliskan pernyataan-pernyataan yang sering muncul dan terdengar dalam hidup kita sehari-hari..Seringnya kita langsung menganggap orang lain yang mendapat perhatian lebih, posisi yang baik, kesempatan-kesempatan yang besar adalah orang-orang yang tidak layak menerima apa yang mereka miliki saat ini..
Kita langsung menghakimi mereka, kita langsung membandingkan diri mereka dengan kita, dan selalu situasinya membuat kita memunculkan statement, bahwa kita lah yang pantas untuk menerima hal itu.

Pernahkah kamu mengalami hal ini?Jika pernah, yang pertama kali harus dikoreksi adalah diri kamu sendiri, bukan orang-orang tersebut..Mengapa?Karena sebenarnya, akar masalahnya ada pada dirimu. Kamu tidak senang kalau orang lain lebih baik darimu, kamu tidak mau kehilangan orang yang kamu sukai dan kamu tidak ingin membiarkannya bahagia bersama orang yang dikasihinya, kamu tidak bisa terima ketika kamu tidak diperhatikan dengan full. 

Sobat, kita tidak bisa mengubah atau membalikkan keadaan seperti yang kita mau..kita tidak bisa memaksa supaya orang lain mengubah sikapnya terhadap kita tepat seperti keinginan kita.. karena siapakah kita? Sampai-sampai kita dapat berbuat seperti itu..

Jangan paksa orang lain untuk hidup seperti maunya kita..karena kita tidak punya hak atas hidup mereka..
Jangan nilai orang lain dengan ukuran kita, karena ukuran yang kita buat pasti selalu "membela" diri kita..
Jangan cepat-cepat iri pada orang lain, karena itu akan membuat kita semakin miris dan tidak bisa mengembangkan diri untuk lebih baik lagi dalam persaingan yang positif..
Jangan lekas menganggap orang sekitarmu tidak adil, mereka pilih kasih, karena mereka pasti punya alasan khusus sehingga berlaku demikian...

Hanya satu kata yang dapat membebaskan kita dari kondisi yang selalu membuat kita terikat dengan rasa iri hati ini, yaitu : KASIH

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Kor 13:4-7)

Senin, 19 September 2011

Semua ada waktunya...

Ada waktu untuk bertemu, ada waktu untuk berpisah...
Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa..
Tidak selamanya kita terus merasakan hal-hal yang baik dalam hidup ini..Tidak selamanya juga kita terus menghadapi hal-hal yang sulit dalam hidup ini..Jangan pernah salahkan keadaan yang sedang menimpamu, jangan pernah salahkan apapun dan siapapun yang di sekitarmu atas apa yang sedang kau alami..semuanya akan baik-baik saja, selama kau mengerti dan memahami bahwa Tuhan besertamu dan ketahuilah bahwa DIA tidak dibatasi oleh ruang dan waktu..

Kalau kita diberi kesempatan untuk hidup hari ini, itu karena Tuhan masih menginginkan kita hidup untuk berbuat, untuk berbuah, untuk mengasihi, untuk menyatakan kebenaran, untuk melanjutkan karya-NYA di tengah dunia ini..

Jika saat ini, kau merasa ditinggalkan, dikecewakan, ingatlah bahwa di dalam hal itu pun Tuhan mengajarmu untuk mengampuni..
Jika kau merasa sendirian, terpisah dari orang yang kau kasihi, ingatlah bahwa di dalam hal itu pun Tuhan mengajarmu untuk meyakini dan mengimani dan menjadikan DIA SAHABAT SEJATImu..
Jika kau merasa telah berbuat hal yang menyakitkan orang lain, membuat orang lain terluka, ingatlah di dalam hal itu, Tuhan pun memberi kesempatan padamu untuk meminta pengampunan, untuk berubah dan untuk mengadakan pemulihan hubungan..
Jika kau sedang menghadapi tantangan, masalah yang beruntun, ingatlah dalam hal itu pun TUHAN sedang membentukmu, menyempurnakanmu untuk bisa menjadi pribadi yang teguh, berkarakter Kristus dan siap masuk dalam rencana-NYA..
Mari melihat hal yang tidak baik dengan "kacamata" imanmu..dan kau akan melihat hal baik yang tersirat di dalamnya..Seperti pujian ini: "Semua baik..semua baik..apa yang telah KAU perbuat di dalam hidupku...Semua baik, sungguh teramat baik...KAU jadikan hidupku berarti.." Imanilah bahwa setiap masalahmu akan TUHAN selesaikan dengan cara-NYA yang paling baik..Dan tetaplah berjaga-jaga saat kau mengalami masa-masa baikmu, karena di saat itu pun kesetiaanmu pada-NYA akan terus diuji..


“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:21-22)



Minggu, 18 September 2011

Saat ku ada di persimpangan jalan


Keputusanmu saat ini, menentukan bagaimana perjalanan hidupmu selanjutnya..
Memilih untuk maju terus?
Atau mulai menyimpang ke kiri atau ke kanan mengikuti ke"daging"anmu?
Atau bahkan memilih mundur saja, kembali ke belakang dan "tenggelam" dalam masa lalumu?

Banyak hal yang 'tak kita pahami dalam hidup
Terlalu sulit untuk dapat menerima proses pembentukan yang mungkin sedikit menyakitkan bagi kita..
Tidak terlalu cukup sabar untuk menanti..
Tidak terlalu cukup kuat untuk bertahan
Tidak cukup setia untuk menaruh kasih, pengharapan dan pengandalan sepenuhnya pada Tuhan
Tidak cukup taat dan bersedia untuk mengerjakan kehendak-Nya

Itulah yang membuat banyak orang terjatuh berkali-kali dalam perjalanan hidupnya
Membuatku dan membuatmu berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan yang seharusnya
Membuatku dan membuatmu tidak segenap hati memberikan yang terbaik untuk DIA yang telah mengorbankan diri-NYA untuk kita.
Renungkanlah ini dan tanyalah pada hatimu:

SEBERAPA BESAR CINTAKU UNTUK-NYA?
SEBERAPA BESAR IMANKU KEPADA-NYA?
SEBERAPA BESAR RINDU DAN KESIAPANKU DALAM MENANTIKAN-NYA?

SEBERAPA SERING AKU BERCERITA, JUJUR DAN MENCURAHKAN ISI HATIKU KEPADA-NYA?
SEBERAPA TAAT DAN SETIANYA AKU PADA KEKASIH JIWAKU?
SEBERAPA SERING AKU MENDUKAKAN HATI-NYA?

SEBERAPA SERING AKU MELALAIKAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWABKU?
SEBERAPA BANYAK AKU MEMBUANG KESEMPATAN TERBAIK YANG SUDAH TUHAN PERCAYAKAN PADAKU?

SEBERAPA SERING AKU MENGANGGAP REMEH ORANG-ORANG "KECIL" DI SEKITARKU?
SEBERAPA BESAR SEMANGATKU UNTUK MELAYANI TUHAN?

MASIHKAH KASIH MULA-MULA ITU ADA DALAMMU?
ATAU..MALAH HIDUPMU MASIH SEPERTI YANG DULU..
MASIH HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI DAN HIDUP UNTUK MENYENANGKAN "DAGING" INI?

Selamat merenungkan hal ini, Sobat..

Jumat, 16 September 2011

Mumpung Diskon lho...

Waahh..di Mall itu lagi ada diskon besar-besaran...sepertinya sih lagi cuci gudang.. kita kesana yuukk..sebelum barang-barang yang bagus diambil orang lain..

Oia, dengar-dengar hari ini ada Midnight Sale, ayo buruan kita kesana..jangan sampai ketinggalan..

 
Yaahh..gimana yah?uangku ga cukup untuk beli ini semua, uda kelebihan dari budget..hmm..tapi kan ada kartu kredit..pakai dulu ahh..
                                                                                 
Eits..kita jangan pulang dulu yah..disitu promonya keren..Buy 1 get 1..seru kan? Sayang lho.. jarang-jarang kan dapat kesempatan ini..

Hmm..yang ini bagus..yang ini juga..tapi aku juga mau yang itu..aduuh..pilih yang mana ya?semuanya aja kali ya? Mumpung diskon..


Sobat, apa yang terbayangkan waktu kamu baca tulisan aku di awal? Pernahkah kamu mengalami hal seperti ini..?Atau..mungkin bukan kamu, tapi teman kamu, atau saudara kamu, atau mungkin kekasih hati kamu ^_^ ? Semakin hari manusia semakin konsumtif. Ada saja yang ingin dibeli, ada saja yang kurang, ada saja yang cantik dilihat mata...dan semuanya ingin dimiliki pada saat itu juga..bukan karena butuh, tapi karena ingin.

Apalagi untuk kami kaum wanita..pernah atau seringkah kamu mendengar teman-teman kamu yang wanita bilang seperti ini?" Aduh..aku bingung mau pakai baju yang mana..?" ; "Hmmm...bajuku ga ada, mau pakai baju apa ya ke pesta itu?" Padahal Sobat, jelas-jelas itu lemari pakaian sudah full dan tidak bisa tertutup dengan sempurna, karena padatnya..dan ada banyak baju yang dapat dipilih untuk dikenakan. Tapi tidak hanya wanita lho seperti ini, dan tidak semua wanita juga seperti ini, para pria juga banyak kan yang menjadi gemar belanja melihat diskon ^_^? Artinya Sobat, tidak peduli apa gendernya, berapa usianya, apa latar belakang pendidikan dan sosialnya, rata-rata semuanya sudah hampir menjadi orang yang konsumtif. Lalu ada pendapat bahwa income yang besar akan diikuti dengan pengeluaran yang besar. Jika hal ini terjadi terus menerus, apa yang akan terjadi di masa depan kita? Lalu, bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini agar dapat menahan diri untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting?
1. Income yang didapat, langsung dialokasikan untuk dana-dana yang sudah ditetapkan. cth: Persepuluhan, Biaya hidup (Belanja kebutuhan sehari-hari), Cicilan yang sedang berjalan (Rumah, Kendaraan,atau yang lainnya), Uang sekolah dan kursus anak (bagi yang sudah memiliki anak), Upah untuk orang yang sudah membantu kita di rumah (Pembantu Rumah Tangga, Supir, dll), Tagihan (Listrik, air, telepon), Biaya Transportasi dan Dana sosial.
2.  Setelah itu sisihkan untuk tabungan anda bagi kebutuhan tak terduga di masa yang akan datang, sekitar 10-20% dari income anda.
3. Sisanya boleh anda gunakan untuk investasi dan untuk dana perlindungan kesehatan anda beserta keluarga.

Sobat, ketika kita melihat dengan seksama daftar kewajiban yang harus kita penuhi, maka secara otomatis kita menolong diri kita sendiri untuk dapat mengutamakan hal yang paling penting terlebih dahulu. Semakin kita dapat mengendalikan diri kita, semakin kita bijaksana dalam mengelola apa yang sudah TUHAN berikan pada kita. Semakin kita bijaksana dalam mengelolanya, semakin sedikitlah yang kita salurkan untuk "kesenangan dan kepuasan" pribadi namun semakin banyaklah yang dapat kita berikan untuk Tuhan dan sesama..Ingat Sobat, ketika kita menahan diri untuk tidak membeli apa yang kita suka supaya keuangan kita terencana dengan baik, bukan berarti kita harus menahan diri kita untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan, bukan berarti kita harus berhenti mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dalam segala aspek hidup kita, bukan berarti kita harus berhenti mendukung pelayanan..kita harus tetap menjadi saluran berkat bagi semua orang...


Karena ketika kita menerima, kita diajar untuk memberi..
Ketika kita memberi, kita dan orang yang kita beri,
sama-sama diajar untuk melipatgandakannya lagi
Melipatgandakan apa?
Melipatgandakan kasih, perhatian, pertolongan, kemurahan hati, pengendalian diri, kebijaksanaan, hikmat dan banyak hal lainnya







Rabu, 14 September 2011

Wortel,telur, atau biji kopi?

Seorang teman pernah memberi pertanyaan padaku, katanya seperti ini: "Jika diberi pilihan, kamu mau mau menjadi seperti apa? Seperti wortel?telur?atau biji kopi?" Aku bingung juga dengan pertanyaannya. Saat itu, aku tertawa saja dengan pertanyaan yang diajukan padaku. Soalnya ketiganya tidak ada korelasinya jika dilihat dari segi fungsi, jadi tidak kupilih satupun diantaranya. Karena ketidaktahuanku aku pun merasa bahwa ini pertanyaan buat lucu-lucuan saja.

Namun beberapa saat kemudian, dia mengatakan lagi, "Masa kamu belum pernah mendengar ilustrasi ini?" memang benar Sobat, aku belum pernah mendengar pertanyaan atau ilustrasi seperti ini sebelumnya. Setelah itu, ia memberikan sebuah kata kunci: "Perbedaannya terlihat pada saat sebelum dan setelah  ketiganya mengalami perebusan"

Waktu itu aku mulai berpikir, wah ini sepertinya menunjukkan analogi tentang kehidupan. Sobat, pernah lihat dan pegang wortel yang mentah, fisiknya keras dan padat bukan?apakah kamu pernah memakan wortel mentah? wuah..rasanya pasti cukup capek juga untuk mengunyahnya, namun apa yang terjadi, jika kita merebusnya?wortel itu menjadi sangat lunak dan lembut, bahkan anak balita pun dapat memakannya. 



Bagaimana dengan telur? Telur mudah pecah namun setelah mengalami perebusan, telur itu pun menjadi kokoh, padat, menyatu dan keras. 



Terakhir adalah biji kopi. Sobat, adakah diantara kita yang suka sekali minum kopi?pernah tahu bagaimana proses pembuatan kopi Sobat? aku punya teman yang sangat tahu tentang seluk beluk pengolahan biji kopi. Dulu aku pernah tanya tentang proses pengolahannya dan ternyata merebus biji kopi itu pun ada seninya. 
Setelah kopi mengalami pemanggangan, penggilingan,  maka perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi. Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna. Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa. Biji kopi yang direbus itu dapat mengubah warna dan membuat cita rasa tersendiri pada air yang merebusnya. 


Lalu apa arti dari ilustrasi ini?Apa hubungannya dengan hidup kita?Sobat, "perebusan" tadi mewakili segala kondisi hidup kita, tantangan demi tantangan yang kita hadapi. Adakah yang berubah dari kita ketika menghadapi semua hal-hal yang mungkin menyakitkan kita, mengecewakan kita, lingkungan sekitar yang tidak bersahabat dengan kita, tekanan yang datang dari keluarga, tempat kerja ataupun orang-orang terdekat kita, dsb. 
Adakah kita "seperti" wortel? awalnya kokoh, bersemangat, punya prinsip, namun karena tekanan yang datang dari sana-sini, menjadikan kita "lunak". 
Ataukah kita "seperti" telur? awalnya sangat rentan terhadap hal-hal tidak baik yang dapat menghancurkan kita, selalu menjauhi hal-hal yang dapat menyakitkan kita, selalu mencari zona nyaman dimana kita tidak mungkin "pecah", namun setelah mengalami bentukan melalui setiap persoalan yang kita hadapi, justru membuat kita semakin kokoh. 
Atau mungkin kita ingin menjadi "seperti" biji kopi?yang justru senang dengan perebusan yang sempurna, karena itulah tujuan akhir yang diinginkannya untuk dapat memberi arti dan cita rasa yang baik bagi air yang merebusnya, dan pada akhirnya dapat dinikmati dan memberi semangat tiap orang yang ingin meminumnya. Orang seperti ini adalah pribadi yang tidak bersungut-sungut ketika ia mengalami berbagai tekanan hidup, tidak mudah menyerah, hal-hal yang sepertinya menyakitkannya tidak menjadi masalah baginya, malah dia bersyukur jika dia mengalami hal-hal tersebut, karena dengan demikian dia semakin dimurnikan dan secara perlahan dia justru memberikan dampak baik dan mempengaruhi sekitarnya, sehingga pada akhirnya setiap pribadi yang di sekitarnya mengalami perubahan ke sesuatu yang lebih baik dan setiap orang yang dekat dengannya selalu dapat merasakan kehadirannya yang penuh makna.
Seperti teman saya yang bertanya pada saya, saya pun akan mengajukan pertanyaan yang sama padamu...Sobat, mana yang akan kamu pilih diantara ketiga hal tersebut untuk kamu jadikan sebagai inspirasi bagi hidupmu?

Amsal 24:16 
" Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana"


Hati-hati gunakan hatimu

Aku masih ingat waktu aku masih kecil dan ikut kebaktian di sekolah minggu, kami sering nyanyi: "Hati-hati gunakan kakimu..hati-hati gunakan kakimu, karna Bapa di Surga s'lalu lihat ke bawah, hati-hati gunakan kakimu.., Hati-hati gunakan tanganmu..hati-hati gunakan tanganmu, karna Bapa di Surga s'lalu lihat ke bawah, hati-hati gunakan tanganmu.., Hati-hati gunakan matamu..hati-hati gunakan matamu, karna Bapa di Surga s'lalu lihat ke bawah, hati-hati gunakan matamu.."dan seterusnya. Ini lagu adalah lagu yang paling sering dinyanyikan waktu aku kecil, karena nada-nadanya dan kata-katanya paling mudah untuk diingat.
Lagu ini adalah lagu yang sederhana, namun jika kita nyanyikan lagu ini berulang-ulang, maknanya dalam lho, Sobat..Kita diingatkan, bahwa Tuhan menginginkan seluruh anggota tubuh kita ini, kita pakai untuk hal-hal yang benar dan memuliakan Tuhan, tidak sembarangan, seperti yang tertulis di:

Roma 12 : 1
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sbg persembahan yg hidup, yg kudus dan yg berkenan kpd Allah: itu adalah ibadahmu yg sejati."

Dalam hal ini kita ketahui bahwa, Tuhan menginginkan supaya totalitas hidup kita menyenangkan hati Tuhan. Nah Sobat, mari kita renungkan, ketika kita berkata-kata, bertindak, berpikir, memandang suatu kondisi, menghadapi tantangan, bagian diri kita yang mana yang berperan penting dalam "mengolah"nya? jawabnya adalah "HATI", hati adalah pusat intelek, pusat perasaan, pusat kehendak manusia. Jika "HATI" kita ini menyimpang dari kebenaran yang sudah ALLAH nyatakan, maka pastilah hidup kita pun akan tidak benar.

Markus 7:20-23
"Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan,  kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

"Menajiskannya"artinya terpisah dari hidup, keselamatan, dan persekutuan dengan Kristus karena dosa yang timbul dari hati.

Hati yang kotor akan menajiskan semua pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan (Ams 4:23; Mat 12:34; 15:19). Yang diperlukan adalah hati yang baru dan diubah, hati yang diciptakan kembali menurut rupa Kristus (lih. Luk 6:45)

Lalu bagaimana caranya untuk melakukan pembaharuan? Sobat, pembaharuan itu tidak terjadi dengan usaha kita, melainkan karena karunia TUHAN..yang diinginkan Tuhan adalah kesediaan kita untuk diubahkan secara utuh oleh kasih karunia-NYA, karena jika kita melakukannya dengan usaha kita, kita tidak akan pernah sanggup..seperti tertulis:


"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Efesus 2:8-10)

Oleh karena itu Sobat, jika kita sudah menerima pengampunan dari Tuhan, janganlah hendaknya kita menyia-nyiakannya namun hendaklah kita hidup berpadanan dengan Injil-Nya sebagai ucapan syukur kita kepada TUHAN..karena kita dipilih dan dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya.

Selalu ingat, bahwa ketika kita telah menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat atas hidup kita, maka hatimu dan hatiku selamanya menjadi milik Tuhan, hatimu dan hatiku akan sama-sama "melihat" apa yang menjadi VISI Tuhan bagi dunia ini, hatimu dan hatiku mewakili hati Tuhan yang penuh dengan kasih untuk menolong, menjangkau dan membawa setiap orang kembali pada Tuhan, hatimu dan hatiku adalah satu dalam kasih KRISTUS yang sama-sama memiliki kerinduan untuk terus bertumbuh dalam iman, menjadi berkat bagi sesama dan membawa kemuliaan bagi nama TUHAN. Sobat, ini adalah pilihan bagimu..apa yang akan kamu perbuat dengan hatimu??



Dia tidak menyesuaikan diri lagi dengan dunia (Rom 12:2) namun kini "diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan" (Ef 4:24).

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)