Sobat, di awal tulisanku kali ini, aku ingin bertanya padamu beberapa hal..
* Sobat, apa sebenarnya impian terbesarmu? Lalu seberapa penting impian itu terwujud dalam kehidupanmu?
* Nah..jika kamu menganggap hal itu penting: Kira-kira untuk saat ini, apakah kamu sudah hampir mendekati impianmu tersebut?
* Jika dikonversikan ke persen, kira-kira sudah berapa persenkah kamu mempersiapkannya?
* Jika masih < 50%, kira-kira berapa lama lagi target/estimasi waktu yang kamu pikirkan untuk mencapai impianmu tersebut?
* Dan bagi yang merasa bahwa persiapannya sudah berada di posisi 70-90%, apakah kamu sudah benar-benar siap merealisasikannya dalam hidupmu?
* Apa yang membuat kita begitu yakin, bahwa impian kita itu adalah sesuatu yang harus diwujudkan dan penting bagi kita?
Semua jawabannya ada pada diri kamu, Sobat..Mungkin dan pasti kita semua punya impian, kita ingin supaya satu atau bahkan beberapa dari list impian kita dapat terwujudkan dalam hidup kita. Kita punya banyak alasan mengapa hal itu penting bagi kita, mungkin untuk kebaikan kita, mungkin untuk kebaikan keluarga kita, atau mungkin untuk kebaikan lingkungan dan sesama kita.
Semuanya baik sobat..tidak ada yang salah jika aku dan kamu punya sebuah impian atau lebih..Namun ada sesuatu yang harusnya kita renungkan terlebih dulu sebelum kita membangun "rumah impian" kita tersebut..apa itu? Pernah membaca atau mendengar tentang perumpamaan dua orang yang membangun rumah di atas dua macam dasar.,? (Mat 7:24-27 & Luk 6:47-49)
Dua macam dasar (Mat 7:24-27)
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
Luk 6: 47-49
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya. Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
- Ada 2 orang yang dijadikan perumpamaan disini, yang pertama orang yang bijaksana dan kedua adalah orang bodoh
- Orang yang bijaksana tadi membangun rumahnya di atas batu, namun orang yang bodoh itu membangun rumahnya di atas pasir
- Ketika hujan turun, banjir dan badai datang melanda, rumah yang dibangun di atas pasir rubuh dan hebatlah kerusakannya, namun yang dibangun di atas batu tetap kokoh berdiri.
- Orang yang bijaksana tadi adalah lambang orang yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya, sehingga ketika pun hidupnya penuh dengan tantangan, pergumulan, kegagalan, kekecewaan, sakit yang tidak dapat disembuhkan, dia akan tetap berpegang teguh pada imannya dalam Kristus, dia tetap mengasihi Tuhan sekalipun permohonannya belum terkabulkan, dan dia tidak terikut arus zaman ini namun tetap setia pada Yesus sampai akhir hidupnya.
- Orang yang bodoh tadi adalah lambang orang yang memang mendengarkan perkataan Yesus, tapi tidak melakukannya..dia membangun hidupnya sesuai dengan cara dunia, landasannya hanya sesuatu yang sifatnya sementara, sehingga ketika tantangan datang, dia tidak punya dasar yang kuat lagi untuk dapat tetap melanjutkan hidupnya seperti yang Tuhan mau, dia hanyut dengan dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini..
Sobat..Mana yang kamu pilih?
Membangun "rumah"mu di atas batu atau di atas pasir?
Apakah "rumah impian"mu hanya sekedar untuk memuaskan hasratmu sebagai manusia saja?
Atau digerakkan oleh sebuah VISI yang kekal..?
Apa yang menjadi dasar "rumah"kita?
Apa yang menjadi dasar hidup kita?
Hiduplah seperti rumah yang dibangun di atas batu,
Sehingga ketika badai datang melanda,
Rumah itu tetap berdiri kokoh,
Dan setiap orang yang melihat "rumah" tersebut akan melihat bahwa benarlah "rumah" itu telah dibangun di atas dasar yang benar,
Bukan di atas dasar yang sifatnya fana...
















