Rabu, 07 September 2011

Sekarang atau Besok

Sebentar lagi..
Hmm..Besok saja lah..
Menurutku..Lusa juga masih sempat kok..
Minggu depan pasti aku bisa mulai kerjakan..
Syukurlah..kan masih ada bulan depan..
Yahh..kalau begini, Tahun depan kita baru dapat mulai..
           Seringkah kata-kata ini terucap dalam hati, pikiran atau bahkan terucap dari bibir kita? Menunda-nunda, membuat banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu hal yang baik dan benar adalah hal yang paling mudah bagi kita. Kita tidak perlu belajar bagaimana cara untuk menunda pekerjaan, kita tidak perlu menganalisa tentang hal-hal apa yang dapat mendukung agar kita dapat menunda pekerjaan kita..karena semuanya itu adalah hal mudah bagi kita. KENAPA?karena hal negatif cenderung mudah dilakukan, dan di dalamnya tidak diperlukan adanya energi dan pengorbanan yang terlalu besar untuk hal tersebut.           
      Tanpa disadari, mungkin selama kita hidup, terlalu sering kita menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang kurang bernilai, kurang bermanfaat baik bagi diri kita, keluarga kita, teman sekolah kita, rekan kerja kita, orang-orang sekeliling kita, maupun bangsa kita.Apakah saya salah dalam hal ini?Mungkin saya salah, tapi saya percaya, bahwa yang paling mengenal siapa kita sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Kalau begitu, kita tinjau ulang diri kita ya..
           Mari bersama-sama dengan saya, kita mulai coba hitung-hitungan..secara sederhana saja..
Silahkan ambil secarik kertas, kemudian tuliskan tanggal lahir anda di atas kertas tersebut..sekarang, mulailah menghitung sudah berapa lama kita ada di dunia ini, kemudian saya meminta anda untuk meghitungnya dalam hari (1 tahun=365 hari), hitung lagi dalam bentuk jam (1 hari = 24 jam), hitung lagi dalam bentuk menit (1 jam =60 menit), kemudian hitung lagi dalam bentuk detik (1 menit = 60 detik)...Sudah selesaikah menghitungnya?sekarang coba sebutkan berapa jumlah detik yang sudah anda lalui..sadarkah anda bahwa detik-detik yang anda lalui mewakili jumlah detakan jantung anda selama anda di dunia ini?


Pertanyaannya:
- Dari sekian banyak detik-detik dalam hidup anda, apa yang paling banyak anda katakan?
- Dari sekian banyak detik-detik dalam hidup anda, mana yang lebih sering anda lakukan?
- Dari sekian banyak detik-detik dalam hidup anda, siapa yang paling sering anda kasihi?
- Dari sekian banyak detik-detik dalam hidup anda, hal apa yang paling sering anda pikirkan?
- Dari sekian banyak detik-detik dalam hidup anda, kemana anda sering menghabiskan waktu luang anda?
- Dari sekian banyak detik-detik dalam hidup anda, kapan anda terakhir kali membiarkan diri anda untuk menolong orang lain?mengutamakan orang lain?mendengar orang lain?mempedulikan orang lain?mengunjungi orang-orang yang membutuhkan pertolongan anda?mengerjakan pekerjaan anda dengan sepenuh hati dengan tulus tanpa ada embel-embel, karena ingin mendapat pujian dari atasan, dsb?seberapa sering anda bersungut-sungut dibandingkan dengan bersyukur?seberapa sering anda menyakiti hati orang lain melalui sikap dan perkataan anda?seberapa sering anda menunda-nunda pekerjaan dibandingkan dengan mulai melakukan tindakan sekalipun itu adalah hal kecil?seberapa sering anda memikirkan diri anda sendiri dibanding memikirkan orang-orang terdekat atau sekitar anda?


        Jarum detik jam akan selalu berputar dan tidak ada yang bisa menghentikannya, kecuali baterai yang habis..
Demikian juga hidup kita, hidup kita terus dan akan terus berjalan waktu demi waktu, tak ada yang dapat menghentikannya,kecuali jika TUHAN berkata "Anakku, tugasmu sudah selesai di dunia".
Bersyukurlah kalau hari ini, kita masih diingatkan dan diberi kesempatan untuk memperbaiki sikap hati kita, memperbaiki pola pikir kita, memperbaiki cara hidup kita, memperbaiki cara pandang kita terhadap setiap kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk kita, memperbaiki cara kita untuk memanajemen waktu dan pekerjaan kita, dimana waktu dengan keluarga, harus seimbang dengan pekerjaan...Dan terpenting harus tetap selalu menggunakan waktu untuk berdiam diri dan bersekutu dengan TUHAN dan mengenalNYA semakin mendalam serta melayaniNYA secara total dalam hidup kita..



SEKARANG ATAU BESOK?

"JANGAN TUNGGU SAMPAI BESOK APA YANG BISA KITA PERBUAT SEKARANG...KARENA HARI BESOK TIDAK ADA YANG PERNAH TAHU..MARI DALAM TIAP WAKTU DALAM HIDUP KITA, KITA MENINGGALKAN JEJAK-JEJAK YANG BAIK DAN BENAR YANG DAPAT MENJADI PENUNTUN BAGI GENERASI KITA SELANJUTNYA"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar