Aku masih ingat waktu aku masih kecil dan ikut kebaktian di sekolah minggu, kami sering nyanyi: "Hati-hati gunakan kakimu..hati-hati gunakan kakimu, karna Bapa di Surga s'lalu lihat ke bawah, hati-hati gunakan kakimu.., Hati-hati gunakan tanganmu..hati-hati gunakan tanganmu, karna Bapa di Surga s'lalu lihat ke bawah, hati-hati gunakan tanganmu.., Hati-hati gunakan matamu..hati-hati gunakan matamu, karna Bapa di Surga s'lalu lihat ke bawah, hati-hati gunakan matamu.."dan seterusnya. Ini lagu adalah lagu yang paling sering dinyanyikan waktu aku kecil, karena nada-nadanya dan kata-katanya paling mudah untuk diingat.
Lagu ini adalah lagu yang sederhana, namun jika kita nyanyikan lagu ini berulang-ulang, maknanya dalam lho, Sobat..Kita diingatkan, bahwa Tuhan menginginkan seluruh anggota tubuh kita ini, kita pakai untuk hal-hal yang benar dan memuliakan Tuhan, tidak sembarangan, seperti yang tertulis di:
Roma 12 : 1
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sbg persembahan yg hidup, yg kudus dan yg berkenan kpd Allah: itu adalah ibadahmu yg sejati."
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sbg persembahan yg hidup, yg kudus dan yg berkenan kpd Allah: itu adalah ibadahmu yg sejati."
Dalam hal ini kita ketahui bahwa, Tuhan menginginkan supaya totalitas hidup kita menyenangkan hati Tuhan. Nah Sobat, mari kita renungkan, ketika kita berkata-kata, bertindak, berpikir, memandang suatu kondisi, menghadapi tantangan, bagian diri kita yang mana yang berperan penting dalam "mengolah"nya? jawabnya adalah "HATI", hati adalah pusat intelek, pusat perasaan, pusat kehendak manusia. Jika "HATI" kita ini menyimpang dari kebenaran yang sudah ALLAH nyatakan, maka pastilah hidup kita pun akan tidak benar.
Markus 7:20-23
"Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
"Menajiskannya"artinya terpisah dari hidup, keselamatan, dan persekutuan dengan Kristus karena dosa yang timbul dari hati.
Lalu bagaimana caranya untuk melakukan pembaharuan? Sobat, pembaharuan itu tidak terjadi dengan usaha kita, melainkan karena karunia TUHAN..yang diinginkan Tuhan adalah kesediaan kita untuk diubahkan secara utuh oleh kasih karunia-NYA, karena jika kita melakukannya dengan usaha kita, kita tidak akan pernah sanggup..seperti tertulis:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Efesus 2:8-10)
Oleh karena itu Sobat, jika kita sudah menerima pengampunan dari Tuhan, janganlah hendaknya kita menyia-nyiakannya namun hendaklah kita hidup berpadanan dengan Injil-Nya sebagai ucapan syukur kita kepada TUHAN..karena kita dipilih dan dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya.
Selalu ingat, bahwa ketika kita telah menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat atas hidup kita, maka hatimu dan hatiku selamanya menjadi milik Tuhan, hatimu dan hatiku akan sama-sama "melihat" apa yang menjadi VISI Tuhan bagi dunia ini, hatimu dan hatiku mewakili hati Tuhan yang penuh dengan kasih untuk menolong, menjangkau dan membawa setiap orang kembali pada Tuhan, hatimu dan hatiku adalah satu dalam kasih KRISTUS yang sama-sama memiliki kerinduan untuk terus bertumbuh dalam iman, menjadi berkat bagi sesama dan membawa kemuliaan bagi nama TUHAN. Sobat, ini adalah pilihan bagimu..apa yang akan kamu perbuat dengan hatimu??
Dia tidak menyesuaikan diri lagi dengan dunia (Rom 12:2) namun kini "diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan" (Ef 4:24).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar