Kok bisa? Kayaknya dia ga tepat di posisi itu..Aku yang lebih cocok disana. Jelas-jelas aku lebih pintar dari dia, aku lebih rajin, berinisiatif tinggi, aktif dalam segala pertemuan, idealis, komunikatif, cepat tangggap, teliti, disiplin, pekerjaanku pun selalu lebih rapi darinya? Kok malah dia yang terpilih untuk dipromosikan?Benar-benar tidak adil..Aku ga bisa terima!
Kok bisa yah dia jatuh hati pada orang itu?Jelas-jelas aku tuh lebih baik darinya, lebih perhatian, lebih mengasihinya, wajahku juga lebih baik darinya, lebih tau apa yang dia butuhkan..hmm..kupastikan dia akan menyesal karena tidak memilihku..Aku ga bisa terima!
Lagi-lagi dia, lagi-lagi dia..kenapa sih di keluarga ini yang selalu diutamakan dia?kenapa sih kasih sayang keluarga ini selalu tertuju ke dia?benar-benar pilih kasih..Aku ga bisa terima!
Sobat, lagi-lagi aku selalu memulai tulisan di blog ku dengan menuliskan pernyataan-pernyataan yang sering muncul dan terdengar dalam hidup kita sehari-hari..Seringnya kita langsung menganggap orang lain yang mendapat perhatian lebih, posisi yang baik, kesempatan-kesempatan yang besar adalah orang-orang yang tidak layak menerima apa yang mereka miliki saat ini..
Kita langsung menghakimi mereka, kita langsung membandingkan diri mereka dengan kita, dan selalu situasinya membuat kita memunculkan statement, bahwa kita lah yang pantas untuk menerima hal itu.
Pernahkah kamu mengalami hal ini?Jika pernah, yang pertama kali harus dikoreksi adalah diri kamu sendiri, bukan orang-orang tersebut..Mengapa?Karena sebenarnya, akar masalahnya ada pada dirimu. Kamu tidak senang kalau orang lain lebih baik darimu, kamu tidak mau kehilangan orang yang kamu sukai dan kamu tidak ingin membiarkannya bahagia bersama orang yang dikasihinya, kamu tidak bisa terima ketika kamu tidak diperhatikan dengan full.
Sobat, kita tidak bisa mengubah atau membalikkan keadaan seperti yang kita mau..kita tidak bisa memaksa supaya orang lain mengubah sikapnya terhadap kita tepat seperti keinginan kita.. karena siapakah kita? Sampai-sampai kita dapat berbuat seperti itu..
Jangan paksa orang lain untuk hidup seperti maunya kita..karena kita tidak punya hak atas hidup mereka..
Jangan nilai orang lain dengan ukuran kita, karena ukuran yang kita buat pasti selalu "membela" diri kita..
Jangan cepat-cepat iri pada orang lain, karena itu akan membuat kita semakin miris dan tidak bisa mengembangkan diri untuk lebih baik lagi dalam persaingan yang positif..
Jangan lekas menganggap orang sekitarmu tidak adil, mereka pilih kasih, karena mereka pasti punya alasan khusus sehingga berlaku demikian...
Hanya satu kata yang dapat membebaskan kita dari kondisi yang selalu membuat kita terikat dengan rasa iri hati ini, yaitu : KASIH
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Kor 13:4-7)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar