Rabu, 28 September 2011

Home Sweet Home..(Part 2)

Cintailah "rumahmu" sebagaimana adanya dia
Secantik-cantiknya, sebesar-besarnya, semewah-mewahnya rumah orang lain, tetap itu adalah milik orang lain bukan milik kita...

Sejelek-jeleknya, sekecil-kecilnya, sesederhana-sederhananya rumah kita, kita harus bersyukur, karena itu adalah kepunyaan kita, tempat kita tinggal, tempat kita berbagi suka dan duka dengan keluarga, tempat kita berbagi kasih, tempat kita mengekspresikan seluruh diri kita, keinginan kita, harapan kita, semuanya tertuang di rumah kita..

Sobat, ini bukan hanya cerita rumah secara fisik (desain eksterior maupun interior), namun ini adalah sebuah analogi tentang kehidupan. Apa makna dari analogi ini? Sering sekali kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Biasanya kita membandingkan diri kita dengan orang yang punya keadaan yang jauh lebih baik dari keadaan kita yang sekarang. Memang, ketika diitinjau secara fakta, mungkin benar orang lain punya banyak hal baik daripada kita, baik dari segi ekonomi, pekerjaan, pendidikan, keluarga, atau bahkan tampilan fisiknya, namun bukan berarti karena hal tersebut, lantas kita punya alasan untuk menjadi sedih, berkecil hati, minder, malu, mengomel atau bersungut-sungut. Seharusnya, kita dapat mengasihi, menghargai dan bersyukur atas "rumah" (diri kita, keluarga kita, pekerjaan kita, keadaan fisik, kondisi kita secara keseluruhan saat ini) yang Tuhan percayakan untuk kita "tempati" sampai saat ini..karena sebenarnya Tuhan punya rencana baik di dalamnya.

Sobat, coba bayangkan dan coba praktekkan selama 10-15 menit saja kita mendongakkan kepala dan lihat ke atas (langit-langit rumah kita), pasti ada rasa pegal kan?untuk merilekskan otot leher anda kembali, tunduklah secara perlahan dan lihat ke bawah (lantai rumah kita), biarkan sejenak pada posisi itu, semoga kamu merasa nyaman kembali.. 

Apa artinya Sobat? Semakin lama anda melihat teman-teman anda yang berada di posisi puncak, semakin sering anda hanya membandingkannya dengan kekurangan anda, semakin lama anda merasakan "sakit" dan kekecewaan dalam diri anda, anda jadi sering bersungut-sungut, marah-marah tidak jelas, sedih dan merasa diri "kecil".. 

Oleh karena itu jangan terlalu lama melihat ke atas, lihatlah sekali-sekali ke bawah. Arahkanlah pandangan anda kepada orang-orang yang kurang beruntung, mereka yang masih berkekurangan, tidur di kolong jembatan, tidur beralaskan tanah dan beratapkan langit, tinggal di perkampungan kumuh; mereka yang tidak dapat membaca-menulis, tidak dapat melanjutkan sekolah, bukan karena mereka malas, tetapi  karena keterbatasan dana; mereka yang tidak dapat makan dengan gizi yang baik; mereka yang tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap, mereka yang harus bersusah payah bekerja ditimpa panas matahari dan hujan untuk tetap dapat melanjutkan hidupnya beserta keluarganya, mereka yang sakit-sakitan tapi tidak bisa diobati karena kekurangan fasilitas dan tidak ada duit, dan masih banyak hal lain yang lebih menyedihkan dan ironisnya mereka ada di sekitar kita dan kalau kita lihat lebih dekat ternyata mereka masih lebih sering bersyukur dibandingkan kita yang cukup memiliki segala yang kita perlukan..

Apa yang telah kita perbuat untuk mereka?

Kita terlalu sering mengasihani diri sendiri,
Berjuang untuk diri sendiri,
Waktu kita habis untuk pembuktian diri kita di hadapan orang lain,
Perhatian kita terlalu sering kita fokuskan untuk keberhasilan kita sendiri..

Sobat, kali ini aku pun diingatkan
Betapa pentingnya kita bersyukur dalam segala keadaan

Aku tidak mengatakan, bahwa kita tidak boleh melihat ke atas
Aku tidak menyarankan, bahwa kita harus berhenti untuk berpikir mengembangkan diri kita lebih baik lagi dari yang sekarang..
Aku tidak menyerukan, bahwa kamu jangan terlalu berjuang untuk masa depanmu

Justru aku sangat setuju, jika sekali-kali kita harus melihat ke atas
Supaya kita tahu posisi kita,
Supaya kita tahu membenahi diri kita,
Supaya kita mampu berkinerja baik

Namun, jangan lupa untuk sewaktu-waktu melihat ke bawah
Supaya kita tahu apa peran kita
Supaya kita tahu bagian mana yang perlu dibenahi untuk mereka
Supaya kita mampu memberi pertolongan dan jalan keluar yang baik untuk mereka

Sehingga melalui perbuatan kita yang tampak kecil sekalipun, ada orang yang terbantu..
Semakin banyak orang yang terbantu, semakin banyak juga orang yang mengucap syukur dan memuliakan Tuhan atas pekerjaan-NYA..

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tesalonika 5:18)

"Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus" (Efesus 5:20)

Selalu mengucap syukur kepada Allah menunjukkan bahwa kita mempercayai DIA sepenuhnya dalam totalitas hidup kita

BERHENTILAH BERSUNGUT-SUNGUT ATAS APA YANG TIDAK KAMU MILIKI
DAN
BERSYUKURLAH DENGAN TAK HENTI-HENTINYA ATAS APA YANG SUDAH TUHAN BERIKAN UNTUKMU...

For my luvly sister, Ruth Fidola Silalahi..Thank you for inspiring me..Gbu^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar