Rabu, 07 September 2011

BITTER OR BETTER?

Ketika aku ditanyakan, "Apakah sampai hari ini kau masih merasakan kepahitan dalam hatimu?Masih menyimpan kekecewaan dan amarah yang terpendam pada seseorang?Apakah sebenarnya kau sudah hampir tidak dapat mempercayainya lagi? Bahkan kalau bisa memilih, kau ingin hidup jauh darinya?Atau malah sebenarnya, kau tidak ingin melihatnya mengalami kebahagiaan?Atau kalaupun sampai hari ini kau ada bersamanya, itu hanya karena terpaksa, namun sebenarnya hatimu jauh darinya,kau hanya berpura-pura baik dan bersikap manis di hadapannya?" Aku terdiam dan tak langsung menjawab,,,aku berpikir sejenak. Lidahku kelu untuk menjawabnya.. Dalam hati, aku berkata," Aku adalah orang yang mengasihi Tuhan, aku takut orang menilaiku buruk jika aku menjawab "iya". Jika aku katakan "iya", berarti sesungguhnya aku pembohong. Bagaimana mungkin seorang yang mengasihi Tuhan dapat membenci sesamanya sendiri? Tapi jika aku jawab "tidak", berarti aku pun telah menjadi seorang pendusta, karena aku tidak jujur pada hatiku sendiri"
Kusadari banyak "tembok" yang telah aku buat sendiri dalam hidupku, tembok yang memisahkan aku dari dunia nyata. Tembok tinggi yang kubangun, supaya orang tidak bisa melompat dan melihat bagaimana aku yang di dalam sebenarnya..Ternyata tembok itu membuat aku semakin terpuruk, sepi oleh karena keegoisanku, kesombonganku dan pembenaran diri. Tembok itu membuatku semakin "tak terlihat" oleh orang sekelilingku, dan pada akhirnya yang mereka nampak hanyalah tembok bersih dimana sebenarnya sebelah dalamnya penuh dengan kotoran yang menjijikkan.
Hatiku terasa sakit ketika aku mengingat masalahku, aku kehilangan suatu pegangan yang membuat aku dapat meyakini suatu hal. Tiap kali aku mengingatnya, aku jadi selalu ragu untuk mengambil keputusan. Hatiku tidak merasakan penuh, damai pun menjadi tidak sempurna di dalamnya. Aku sering mengatakan, bahwa aku sudah mengampuni, tapi ternyata aku masih saja tidak dapat melupakannya.
Kupahami bahwa, tidak selamanya orang yang pernah menyakiti hati kita akan terus menerus menyakiti kita..mungkin saja dia pun telah melupakannya, namun kita yang terus berkutat dengan pikiran dan amarah yang terpendam, sehingga kita pun terus merasakan sakit itu.
Sungguh menyakitkan dan sangat tidak enak rasanya. Seolah kita menjadi orang yang paling menderita di tengah dunia yang luas ini.
Tepat hari ini, aku memutuskan untuk benar-benar melupakan apa yang ada di belakangku.. dan mulai saat ini, kutujukan mataku hanya pada apa yang ada di hadapanku...
Aku percaya, kasih dapat menghancurkan segala kesombongan, keegoisan, kebencian, ketidaksetiaan, ketidakjujuran, sakit hati, kekecewaan karena pengkhianatan, keirihatian, benteng-benteng pemisah antara tingkatan sosial.
Kasih yang sejati hanya berasal dari Tuhan...

Milikilah sikap hati yang benar, kasih yang tulus tanpa syarat, kesetiaan dan ketaatan sehingga kita mampu mengorbankan diri untuk orang lain, mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain.

Jika Anda pernah mengalami kepahitan, entah itu kepada orang tua, kekasih hati, saudara kandung, teman atau siapa saja yang di sekeliling Anda, Ingatlah....Anda bukanlah orang pertama yang merasakannya. Ada banyak orang bahkan mungkin hampir seisi dunia ini pernah mengalami hal yang hampir sama dengan Anda atau bahkan lebih sakit dari yang Anda rasakan...


Jangan berlama-lama tinggal dalam "akar pahit" itu...Hari ini, ambil keputusan..

CABUT AKAR PAHIT ITU DARI DALAM HATI ANDA...BUANG JAUH-JAUH..DAN JANGAN PERNAH MENANAMNYA LAGI...MINTA TUHAN UNTUK MENGGANTIKANNYA DENGAN AKAR KASIH...
KASIH YANG KUAT, YANG AKAN TERUS BERTUMBUH, BERKEMBANG DAN BERBUAH,,SEHINGGA ORANG-ORANG SEKITAR ANDA DAPAT MENIKMATI KASIH ITU,,,DAN HIDUP ANDA PUN MENJADI LEBIH BAIK, BERNILAI DAN PENUH SUKACITA...
Mengutip Quote nya Nick Vujicic, “In life you have a choice: Bitter or Better? Choose better, forget bitter.” Hari ini saya mau bertanya pada anda:
PILIH MANA?PAHIT ATAU MENJADI LEBIH BAIK?
PILIHAN ADA DI TANGAN ANDA..
KARENA
SEORANG PEMENANG TAHU KEPUTUSAN APA YANG HARUS DIAMBIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar