Jumat, 16 September 2011

Mumpung Diskon lho...

Waahh..di Mall itu lagi ada diskon besar-besaran...sepertinya sih lagi cuci gudang.. kita kesana yuukk..sebelum barang-barang yang bagus diambil orang lain..

Oia, dengar-dengar hari ini ada Midnight Sale, ayo buruan kita kesana..jangan sampai ketinggalan..

 
Yaahh..gimana yah?uangku ga cukup untuk beli ini semua, uda kelebihan dari budget..hmm..tapi kan ada kartu kredit..pakai dulu ahh..
                                                                                 
Eits..kita jangan pulang dulu yah..disitu promonya keren..Buy 1 get 1..seru kan? Sayang lho.. jarang-jarang kan dapat kesempatan ini..

Hmm..yang ini bagus..yang ini juga..tapi aku juga mau yang itu..aduuh..pilih yang mana ya?semuanya aja kali ya? Mumpung diskon..


Sobat, apa yang terbayangkan waktu kamu baca tulisan aku di awal? Pernahkah kamu mengalami hal seperti ini..?Atau..mungkin bukan kamu, tapi teman kamu, atau saudara kamu, atau mungkin kekasih hati kamu ^_^ ? Semakin hari manusia semakin konsumtif. Ada saja yang ingin dibeli, ada saja yang kurang, ada saja yang cantik dilihat mata...dan semuanya ingin dimiliki pada saat itu juga..bukan karena butuh, tapi karena ingin.

Apalagi untuk kami kaum wanita..pernah atau seringkah kamu mendengar teman-teman kamu yang wanita bilang seperti ini?" Aduh..aku bingung mau pakai baju yang mana..?" ; "Hmmm...bajuku ga ada, mau pakai baju apa ya ke pesta itu?" Padahal Sobat, jelas-jelas itu lemari pakaian sudah full dan tidak bisa tertutup dengan sempurna, karena padatnya..dan ada banyak baju yang dapat dipilih untuk dikenakan. Tapi tidak hanya wanita lho seperti ini, dan tidak semua wanita juga seperti ini, para pria juga banyak kan yang menjadi gemar belanja melihat diskon ^_^? Artinya Sobat, tidak peduli apa gendernya, berapa usianya, apa latar belakang pendidikan dan sosialnya, rata-rata semuanya sudah hampir menjadi orang yang konsumtif. Lalu ada pendapat bahwa income yang besar akan diikuti dengan pengeluaran yang besar. Jika hal ini terjadi terus menerus, apa yang akan terjadi di masa depan kita? Lalu, bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini agar dapat menahan diri untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting?
1. Income yang didapat, langsung dialokasikan untuk dana-dana yang sudah ditetapkan. cth: Persepuluhan, Biaya hidup (Belanja kebutuhan sehari-hari), Cicilan yang sedang berjalan (Rumah, Kendaraan,atau yang lainnya), Uang sekolah dan kursus anak (bagi yang sudah memiliki anak), Upah untuk orang yang sudah membantu kita di rumah (Pembantu Rumah Tangga, Supir, dll), Tagihan (Listrik, air, telepon), Biaya Transportasi dan Dana sosial.
2.  Setelah itu sisihkan untuk tabungan anda bagi kebutuhan tak terduga di masa yang akan datang, sekitar 10-20% dari income anda.
3. Sisanya boleh anda gunakan untuk investasi dan untuk dana perlindungan kesehatan anda beserta keluarga.

Sobat, ketika kita melihat dengan seksama daftar kewajiban yang harus kita penuhi, maka secara otomatis kita menolong diri kita sendiri untuk dapat mengutamakan hal yang paling penting terlebih dahulu. Semakin kita dapat mengendalikan diri kita, semakin kita bijaksana dalam mengelola apa yang sudah TUHAN berikan pada kita. Semakin kita bijaksana dalam mengelolanya, semakin sedikitlah yang kita salurkan untuk "kesenangan dan kepuasan" pribadi namun semakin banyaklah yang dapat kita berikan untuk Tuhan dan sesama..Ingat Sobat, ketika kita menahan diri untuk tidak membeli apa yang kita suka supaya keuangan kita terencana dengan baik, bukan berarti kita harus menahan diri kita untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan, bukan berarti kita harus berhenti mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dalam segala aspek hidup kita, bukan berarti kita harus berhenti mendukung pelayanan..kita harus tetap menjadi saluran berkat bagi semua orang...


Karena ketika kita menerima, kita diajar untuk memberi..
Ketika kita memberi, kita dan orang yang kita beri,
sama-sama diajar untuk melipatgandakannya lagi
Melipatgandakan apa?
Melipatgandakan kasih, perhatian, pertolongan, kemurahan hati, pengendalian diri, kebijaksanaan, hikmat dan banyak hal lainnya







Tidak ada komentar:

Posting Komentar