Pernah terpikir untuk menjadi anak kecil kembali? Enak yah jadi mereka..mereka tidak perlu memikirkan bagaimana caranya menghadapi esok hari, bagaimana cara menyikapi orang-orang yang selalu "menguji" kesabaran, bagaimana mencapai target, bagaimana caranya untuk bisa membagi waktu dengan baik agar semua pekerjaan dapat terlaksana dengan baik, bagaimana tetap dapat menjaga image baik di hadapan semua orang, mereka tidak perlu kuatir akan segala pandangan orang terhadap diri mereka. Mereka bebas berekspresi, tertawa saat mereka ingin tertawa, menangis saat mereka ingin menangis, merajuk saat keinginan mereka tidak terwujud, melompat-lompat saat mereka merasa gembira karena keinginan mereka dipenuhi, berteriak-teriak "horeeey" saat mereka diajak pergi ke tempat yang mereka idam-idamkan, merengek-rengek saat orangtuanya tidak jadi mengajaknya ke taman bermain, membujuk dan mendekati orangtuanya saat ia ingin meminta sesuatu, memeluk erat-erat dan mencium orang yang dia percaya dan sayangi (orangtua dan keluarganya) untuk menyatakan bahwa mereka sungguh mengasihi orangtua dan keluarga tersebut, mereka akan mencari dan memanggil orangtuanya saat mereka merasa ketakutan kemudian masuk dalam pelukan hangat papa dan mamanya untuk mendapatkan perlindungan, mereka tidak pernah pusing terhadap segala aturan yang dibuat..yang mereka tahu bahwa ketika dikatakan "jangan.."maka hal itu tidak boleh dilakukan lagi, walaupun sebenarnya mereka masih ingin melakukannya lagi..Masih banyak lagi hal-hal baik yang dimiliki seorang anak kecil..
Kita juga dulunya mengalami hal yang di atas..Namun seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur, manusia yang katanya semakin dewasa mengeliminasi sifat kanak-kanak tadi. Padahal seharusnya tidak semua sifat itu kita buang jauh-jauh dari diri kita. Lalu apakah kita harus menjadi kanak-kanak terus menerus? Bukankah kita harus semakin matang, bijaksana, pandai melihat situasi, menjaga performance kita supaya selalu dipandang baik dan dihargai oleh orang-orang sekitar kita..
Sobat, hal ini benar sekali..Semakin kita dewasa, tantangan yang kita hadapi dulu waktu kecil berbeda dengan yang sekarang kita hadapi dan pasti akan berbeda dengan tantangan yang akan kita hadapi di masa tua nanti..Perjalanan hidup kita pasti beda-beda. Semua ditempa secara luar biasa menurut Tuhan. Ada yang ditempa dengan keras dari dulu, namun ada yang ditempa secara perlahan. Pastinya tidak ada yang terlepas dari bentukan Tuhan..
Renungkanlah kembali, terkadang kita yang katanya sudah dewasa ini selalu mengambil alih apa yang sebenarnya bukan bagian kita. Kita "mengambil" bagiannya TUHAN. Kita pikir kita harus menjadi orang yang dapat menyelesaikan semua masalah di sekitar kita dengan mengandalkan kemampuan, kekuatan kita, tanpa kita datang kepada BAPA seperti seorang anak datang bercerita dan meminta tolong kepada papanya, datang kepada papanya untuk dipeluk dan merasakan perlindungan yang aman, memohon kepada papanya supaya papanya menolongnya.
Kebanyakan orang dewasa merasa seperti Superhero, yang bisa single fighter dan tak perlu siapapun..
Kebanyakan orang dewasa menipu dirinya sendiri dan menipu orang lain, karena ketika mereka sedih mereka tertawa, mereka bermuka dua (lain di wajah, lain di hati)..
Kebanyakan orang dewasa terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang dirinya dan selalu berusaha menyenangkan semua orang tanpa menghiraukan perasaan dirinya sendiri ataupun kehendak TUHAN..
Kebanyakan orang dewasa terlalu kuatir akan hidupnya, mereka lupa bahwa TUHAN lah yang menjadikan segala sesuatu dan menyediakan segala sesuatu..
Kebanyakan orang dewasa memikirkan harga dirinya yang terlalu tinggi dan melupakan SIAPA yang sebenarnya patut ditinggikan dalam hidupnya..
Kebanyakan orang dewasa terlalu banyak pertimbangan, takut ditolak, takut dijauhi, takut diturunkan dari jabatan, takut dicap sok idealis, sehingga berhenti mengerjakan segala perbuatan yang baik dan benar yang menjadi kehendak TUHAN..
Kebanyakan orang dewasa susah sekali untuk mengucapkan "TUHAN, aku mengasihiMU" melalui seluruh aspek kehidupannya..
Kebanyakan orang dewasa sulit sekali mempercayakan seluruh hidupnya kepada TUHAN, tidak mau menggenggam tangan TUHAN erat-erat saat mereka begitu takut dan hampir jatuh, mereka terlalu percaya bahwa mereka sanggup menyelesaikan dengan cara mereka sendiri..
Kebanyakan orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka lemah dan tidak bisa hidup tanpa kasih dan kemurahan TUHAN..
Menjadi seperti anak kecil, bukan berarti kita harus kembali ke masa kanak-kanak dan atau melepaskan tugas dan tanggung jawab kita sebagai apa kita saat ini.. Melainkan menjadi seperti anak kecil menunjukkan bagaimana sikap hatimu kepada BAPA..bagaimana kamu memberikan dan mempercayakan hidupmu dalam KASIH KARUNIA ALLAH..
Markus 10:15:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil , ia tidak akan masuk ke dalamnya"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar