![]() |
| Jadilah seperti Pohon Zaitun yang tetap dapat bertumbuh dengan subur di tanah yang tandus |
Pekerjaanku membawaku bertemu dengan banyak orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mereka berasal dari berbagai daerah, berbagai latar belakang pendidikan,usia, pekerjaan, berbagai karakter, berbagai cara pandang, dan banyak hal lainnya. Hal ini sungguh sangat luar biasa menyenangkan bagiku. Benar-benar sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. Hari ini aku mengingat lagi kisahku sebelum aku melaksanakan tugasku ini. Dulu, aku begitu takut untuk melaksanakan tugasku ini. Aku merasa bahwa, aku tidak mungkin bisa mengerjakannya, aku tidak pandai berkomunikasi dengan orang dalam jumlah banyak, aku gugup, takut salah, pokoknya aku takut nanti jadi malu-maluin jika tidak bisa maksimal dalam pekerjaan ini, karena background pendidikanku adalah Engineering. Aku suka mengajar, tapi biasanya hanya mengajar hal-hal yang bersifat ilmiah, namun jika ditantang untuk memberikan pelatihan yang bersifat konseptual dan motivasi seperti ini, aku tidak mampu. Aku tidak pandai merangkai kata-kata secara baik, karena kebiasaanku adalah menampilkan setiap hal bersifat matematis, perancangan tata letak pabrik, dan semua hal yang berhubungan dengan industri.
Kusadari, betapa mengerikan jika "ketakutan" itu sudah menguasai kita..aku sendiri pernah mengalaminya, ketakutan yang ada dalam pikiranku mampu "melumpuhkan" keinginanku untuk mempelajari hal yang baru bagiku. Ketakutanku mampu "menumbuhkan dengan subur" kekuatiran yang ada dalam pikiranku. Ketakutanku membuatku tidak dapat "melihat" lagi betapa TUHAN sungguh punya kuasa untuk memampukanku. Ketakutanku membuatku ingin mundur saja dan tak ingin melanjutkan test ini hingga tahap akhir. Huff.. benar-benar kusadari bahwa ketakutan membuat diriku yang dulunya adalah seorang yang cukup tangguh, pemberani, ceria, semangat dan optimis, menjadi berbalik 180 derajat, yaitu menjadi pribadi yang lemah, pengecut, pemurung, tidak semangat dan pesimis. Bahkan orang-orang terdekatku pun heran melihat perubahanku. Ternyata sewaktu-waktu orang bisa saja mengalami depresi terselubung atau bahkan depresi berat, jika dia tidak bisa mengendalikan pikirannya lagi.
Dalam waktu 3 minggu aku bergumul dalam doa untuk hal ini..bergumul apakah aku harus tetap melanjutkannya atau mundur dan tidak usah meneruskannya. Ini adalah sebuah keputusan yang sulit bagiku, mengingat aku dulu pernah berdoa untuk sebuah pekerjaan dimana aku bisa berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk membawa suatu perubahan bagi mereka. Aku melihat ada benang merah nya dengan pekerjaan ini. Akhirnya kuputuskan untuk melanjutkannya kembali. Saat itu, papaku yang tahu tentang doa visiku berkata, "Pergilah.. Tuhan menginginkanmu untuk melanjutkan misiNYA, sesuatu yang sudah ditanamkannya di hatimu, berdoalah supaya melalui pekerjaanmu ada banyak orang yang akan melihat TUHAN yang hidup di dalammu..dan mereka pun akan memuliakan TUHAN, melalui kehadiranmu" pernyataan ini sungguh masih sangat jelas terngiang di benakku sampai hari ini.
Setelah aku memutuskan untuk kembali melanjutkan test tersebut ada perubahan yang luar biasa kualami, hatiku tenang, terasa damai, aku punya semangat, aku punya keyakinan yang kuat, bahwa "TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN, SELAMA IA BERKENAN IA DAPAT MEMAKAIKU SEBAGAI ALATNYA, IA DAPAT MEMBERIKU, KEMAMPUAN, KEKUATAN UNTUK MENYATAKAN KASIHNYA BAGI BANYAK ORANG, IA DAPAT MENOLONGKU MELALUI ORANG-ORANG SEKITARKU"
Dan benarlah, ketika kita berjalan dalam iman dan ketaatan, maka bukan kita lagi yang bekerja, tapi ada KUASA TUHAN yang besar dan meluruskan setiap jalan yang selama ini kelihatan berliku. Aku lulus dalam masa assesment pada saat itu dan langsung diberikan kesempatan untuk memberikan Training di sebuah perusahaan. Sobat, taukah?apa yang pertama kali aku lakukan?aku benar-benar gugup hari itu..Aku pergi ke toilet untuk berdoa dan doaku sangat singkat, "TUHAN..tolong pimpin aku dalam berkata-kata, dan biarlah setiap pribadi yang hadir dapat mengerti penjelasanku dan diberkati melalui kehadiranku, amen.." Setelah itu aku kembali ke ruangan dan memberikan pelatihan dan semua pun berjalan dengan baik.
Terpujilah Tuhan yang telah turut campur tangan dalam tiap langkah hidupku, terpujilah Tuhan yang mengangkat seluruh kekuatiranku, terpujilah Tuhan yang telah memulihkan hatiku dan telah menempatkanku di perusahaan tempat aku bekerja sekarang ini, terpujilah Tuhan yang telah memberikanku kesempatan untuk mengalami banyak pergumulan sehingga aku semakin dibentuk dan dikuatkan, terpujilah Tuhan yang menggerakkanku untuk menuliskan hal ini, karena ini menjadi sebuah kesaksian dalam hidupku.
Pada minggu pertamaku mengajar, Tuhan mempertemukanku dengan seorang pribadi yang sangat menginspirasiku. Aku tidak akan menyebutkan namanya disini, tetapi orang tersebut benar-benar telah menolongku untuk melihat bahwa TUHAN mampu melakukan banyak hal melalui hidup kita, sekalipun kita punya banyak kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna, karena kalau kita sudah sempurna dalam segala hal, mungkin kita akan menjadi orang yang sombong dan tidak bergantung lagi kepada Tuhan. Tidak ada orang yang lebih pintar, karena setiap kita tetap dan akan terus belajar banyak hal sepanjang umur kita. Tidak ada orang yang paling baik dalam segala hal, yang ada adalah orang yang selalu dan akan tetap melatih diri untuk selalu berbuat dan berbagi kebaikan dalam tiap waktu di hidupnya bagi sekitarnya. Fisik yang baik, rupawan, menawan, indah untuk dipandang, disukai atau diidamkan semua orang, bukanlah suatu jaminan bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan dengan hal itu. Harta yang banyak, baju yang bermerek terkenal dan mahal, kendaraan yang mewah, rumah yang besar, pasangan hidup yang cantik atau ganteng, popularitas, jabatan yang tinggi, prestasi yang gilang gemilang, tidak mutlak menjamin nilai hidup kita dalam rating yang tinggi...karena manusia seringnya tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimilikinya..inginnya lebih dan lebih banyak lagi, lebih dan lebih hebat lagi, pokoknya harus lebih..lebih..dan lebih terus.. Sobat, ingatlah nilai hidup kita tidak bergantung pada itu semua, karena hidup kita akan semakin bernilai jika kita memberikan dampak bagi orang sekitar kita.
Mari lihat perjalanan hidup Mother Theresa, Paulus, David Livingstone, Nommensen, Butet Manurung, dan masih banyak lagi orang-orang yang memberi dirinya untuk banyak orang karena kasihnya kepada Tuhan, adakah mereka orang yang kaya harta? berjalan dari satu tempat ke tempat lain dengan baju bagus dan kendaraan mewah? mereka memang tidak kaya harta, namun mereka "kaya" kasih. Kasih mereka sungguh dapat membawa perubahan bagi orang-orang yang memerlukan. Mereka adalah pribadi-pribadi yang dapat kita teladani.
Saat kehadiran kita di dunia membawa sebuah pencerahan, pengharapan, perubahan ke arah yang lebih baik, maka disanalah hidup kita semakin bermakna. Tidak harus kita menunggu sampai punya uang banyak dulu baru bisa membantu, tidak harus menunggu sampai punya jabatan yang tinggi dulu baru dapat melakukan perubahan. Sobat, kontribusi kita bagi sekitar kita tidak hanya berbicara masalah materi, jika kita punya kemampuan untuk mengajar, mari berikan waktu luangmu untuk diisi dengan kegiatan mengajar anak-anak yang tidak mampu, jika kita punya kemampuan untuk memberikan tenaga kita untuk ikut pelayanan bakti sosial ke desa-desa terpencil, mari ikut serta dalam kegiatan tersebut, kita punya banyak hal lain yang baik dalam hidup kita, potensi, talenta, kemampuan, ide, tenaga, doa, itu semua dapat kita berikan bagi sekeliling kita.
Sobat, ini hanya sebagian kecil dari cerita hidupku yang ingin kubagikan pada kalian, kuharap ini menjadi perenungan yang mendalam bagi kita. Mungkin diantara kita, masing-masing sedang menghadapi pergumulan dan tantangan dalam perjalanan hidupnya sampai hari ini. Saat ini, aku tidak tahu apa yang menjadi masalahmu, Sobat..
Jika hari ini kamu bertanya dalam hatimu, “adakah jalan keluar bagi saya?” ; “adakah yang sanggup tolong saya?”; “saya sedang dalam tekanan yang luar biasa dalam perekonomian, keluarga, pekerjaan,apa yang harus saya perbuat sekarang?” ; “saya terkena penyakit yang tidak bisa disembuhkan, bagaimana saya bisa tetap menjalani hidupku dengan optimis?” ; “saya telah berbuat dosa, apakah aku masih dapat diampuni TUHAN?” ; “saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat untuk bisa mendamaikan keluarga saya, karena semuanya sangat berantakan..siapa yang dapat tolong saya?” ; “saya benar-benar tidak bisa mengampuninya, karena dia sungguh melukai hati saya dan telah mengkhianati saya!!”
Sobat, mungkin pergumulanmu ada yang tertera atau tidak tertera diantara beberapa kalimat yang telah aku tuliskan ini. namun, apapun yang menjadi permasalahanmu, hanya satu jawabannya. Jawabannya hanya ada pada YESUS, datanglah kepadanya, nyatakanlah segalanya pada YESUS, dan IA yang akan membuat jalan keluar bagimu..karena YESUS berkata:
Jika hari ini kamu bertanya dalam hatimu, “adakah jalan keluar bagi saya?” ; “adakah yang sanggup tolong saya?”; “saya sedang dalam tekanan yang luar biasa dalam perekonomian, keluarga, pekerjaan,apa yang harus saya perbuat sekarang?” ; “saya terkena penyakit yang tidak bisa disembuhkan, bagaimana saya bisa tetap menjalani hidupku dengan optimis?” ; “saya telah berbuat dosa, apakah aku masih dapat diampuni TUHAN?” ; “saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat untuk bisa mendamaikan keluarga saya, karena semuanya sangat berantakan..siapa yang dapat tolong saya?” ; “saya benar-benar tidak bisa mengampuninya, karena dia sungguh melukai hati saya dan telah mengkhianati saya!!”
Sobat, mungkin pergumulanmu ada yang tertera atau tidak tertera diantara beberapa kalimat yang telah aku tuliskan ini. namun, apapun yang menjadi permasalahanmu, hanya satu jawabannya. Jawabannya hanya ada pada YESUS, datanglah kepadanya, nyatakanlah segalanya pada YESUS, dan IA yang akan membuat jalan keluar bagimu..karena YESUS berkata:
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)
Sobat, Jangan pernah takut dan kecewa, jika apa yang terjadi dalam hidupmu, tidak sesuai dengan apa yang ada dalam rencanamu, karena TUHAN turut bekerja dalam segala sesuatu dan percayalah semua itu mendatangkan kebaikan bagimu...Sobat, Jika kita punya masalah, jangan sampai kita fokus pada masalah kita, namun berfokuslah pada Tuhan, berharaplah padaNYA, DIA yang akan memulihkan segala sesuatu..
MASALAH BUKANLAH SUATU MASA DIMANA KITA BERHENTI MELANGKAH UNTUK SESUATU YANG SEDANG KITA JALANI, MUNDUR DARI SESUATU YANG SEDANG KITA PERJUANGKAN, MENANGIS DAN MERATAPI APA YANG SEDANG TERJADI, KECEWA TERHADAP SETIAP ORANG YANG SEDANG TIDAK MENOLONG KITA, BERSUNGUT-SUNGUT TERHADAP APA YANG SEDANG MENIMPA KITA,
TETAPI
MASALAH ADALAH MASA-MASA DIMANA KITA SEMAKIN MENGENAL ALLAH, SEMAKIN DEKAT PADA ALLAH, SEMAKIN MENGANDALKAN KUASA ALLAH, SEMAKIN DIBENTUK SEPERTI KEHENDAK ALLAH, SEMAKIN DIPERLENGKAPI UNTUK MASUK DALAM RENCANA-RENCANA NYA ALLAH, SEMAKIN BERSYUKUR KARENA PUNYA KESEMPATAN UNTUK MELIHAT DAN MENGALAMI DAN BERSAKSI TENTANG KUASA ALLAH YANG MENOLONG KITA MENGHADAPI MASA-MASA SUKAR KITA ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar