Jumat, 02 Desember 2011

Kapan waktu terbaik untuk memberi?

Kasih..?Nggak?Kasih..?Nggak..?
Hmm..Kasih atau Nggak yah?
Ah sudahlah..nggak usah dikasih aja..sayang..
Lebih baik untukku aja semuanya..


Sobat..
Seringkali, tanpa kita sadari kita yang menghambat diri kita untuk berbuat kebajikan dan kemurahan bagi sesama kita..
Padahal sebenarnya, kita bisa dan kita mampu, namun masalahnya kita yang tidak mau..


Semuanya selalu pakai hitung-hitungan..dalam hati kita berkata, "Kalau aku berikan ini untuknya, berarti nanti untukku tinggal sedikit...yahh..aku ga mau!!!"
Kita sering lebih banyak takutnya kalau nanti kita jadi kekurangan karena telah memberikan sebagian dari milik kita untuk orang lain...


Sobat..
Disinilah letak keunikan M.E.M.B.E.R.I itu..
Bahwa kita,
Merelakan apa yang menjadi milik kita untuk dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan
Menikmati berkat dengan cara menjadi saluran berkat
Berusaha untuk selalu mendahulukan orang lain


Dan apa yang menjadi dasar dari semua itu?
Kasih dan ketaatan kepada Tuhan..


Sering sekali orang-orang berkata,
"Nantilah, kalau aku uda punya cukup uang, baru aku bantu orang lain.."


Pertanyaannya,
Secukup apakah?Sebanyak apakah?Sebesar apakah?
Karena apapun ceritanya, manusia sulit sekali untuk merasakan yang namanya cukup..
yang ada selalu saja kurang..


Lalu?
Kapan waktu terbaik untuk memberi?


Mungkin ada yang jawab, ketika kita punya banyak uang..
Nah, Kalau kita punya banyak uang, kita pasti akan mudah melakukannya..
Apakah benar semuany seperti itu, Sobat?
Mungkin ada benarnya, tetapi ada juga lho, orang yang hidupnya semakin kaya, eh dia malah semakin pelit..mungkin dia merasa kaya kurang kaya..


Atau mungkin ada yang jawab, ketika kita benar-benar dalam masa-masa kecukupan..
Jadi setelah kita bisa memenuhi kebutuhan kita dulu, barulah kita memikirkan orang lain..
Nah, kalau yang ini, mungkin sedikit masuk di akal..


Atau ada yang jawab, kita memberi setiap saat, bahkan ketika kita pun sedang di dalam kekurangan..
Adakah yang setuju dengan pernyataan saya ini?
Atau ada yang bilang, mana mungkin...Dapat dipastikan tidak akan ada orang yang dapat melakukannya..


Sobat, 
Hari ini aku teringat akan kisah Janda Sarfat yang dapat memberi di tengah keterbatasannya..Dan oleh karena ketaatannya kepada Tuhan, maka ia pun memberikan apa yang Elia minta..(baca 1 Raja-raja 17: 7-24) dan mukjizat terjadi..Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti Firman Tuhan..


Dapatkah kita seperti Janda Sarfat, yang bersedia memberi di tengah keterbatasannya?
Bersediakah kita untuk memberi yang terbaik untuk Tuhan, sekalipun kita sedang dalam kondisi yang sangat kekurangan..?


Tanyalah pada diri kita masing-masing?
Siapa yang lebih kita kasihi?
Pribadi kita kah?Atau Tuhan?


Ingatlah..
Semakin hati kita melekat pada dunia ini, maka kita pun jauh dari Tuhan..
Semakin kita menggenggam dunia ini, maka dunia ini yang akan semakin menjerat kita..


Sobat..
Bukan besar kecilnya apa yang kita beri
Tetapi sikap hati kita saat memberi lah yang dilihat Bapa..
Bukan kaya atau tidaknya dirimu,
Tetapi kasih dan ketaatan pada Tuhanlah yang terpenting..



Mari memberi dengan kasih, mari berkorban dengan rela,
Seperti kasih Tuhan bagimu, demikianlah hendaknya kasihmu pada sesamamu..
Seperti Tuhan memberi padamu, berilah yang terbaik untuk DIA dan sesamamu..


Selamat berbagi kasih, Sobat..
Jadilah perpanjangan tangan kasih Tuhan, dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja..
Karena memberi pun adalah sebuah tanda ucapan syukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita..






















Kamis, 01 Desember 2011

Sepanjang Jalan Kenangan...



Sejenak mengingat kembali awal dari langkah kecilku..


Dahulu ada rasa takut, bimbang, tidak mampu, sakit..
Namun 'tak terasa,
Kini..aku telah sampai di satu titik perhentian sementaraku..


Sambil menghela nafas panjang,
Aku berbalik ke belakang,
Mencoba memandang seberapa jauh sudah jarak yang kutempuh sampai sekarang..


Ternyata..belum terlalu jauh..
Yah..memang tidak terlalu jauh..
Sebab mataku masih dapat menjangkau titik dimana aku memulai langkah kecilku itu..


Hati kecilku berkata...


Sebenarnya,


Belum terlalu banyak jumlah langkah yang kuciptakan..
Belum terlalu panjang jarak yang kulalui..
Belum terlalu jelas jejak-jejak yang kutinggalkan..
Belum terlalu besar tantangan yang kuhadapi..
Belum terlalu dapat ku tersenyum melihat apa yang telah kulihat sejauh ini..


Namun ternyata ' ku harus berhenti sampai disini..


Walaupun sebenarnya Inginku..
Aku dapat melakukan yang lebih lagi karena 'ku masih dapat..
Aku dapat memberikan yang lebih lagi karena 'ku masih dapat..
Aku dapat bermakna lebih lagi karena 'ku masih dapat..
Aku dapat memperindah dan selalu menghadirkan rasa sejuk di setiap jalan yang kulalui karena 'ku masih dapat..


Jalan ini penuh kenangan..
Dan tak akan pernah kulupakan..
Semua begitu berharga untukku..


Mungkin aku belum terlalu cukup baik sampai hari ini,
Namun, kusadari, banyak hal yang kudapat selama ' ku menempuhnya..
Dan aku mau mengucap syukur di dalam Tuhan..
Sekalipun itu hanya waktu yang singkat..


Dulu..
Kaki ini lemah sekali, namun kini ia terbentuk menjadi lebih kuat...
Tangan ini, hanya dapat menerima, namun kini ia semakin dapat memberi untuk yang membutuhkan...
Bahu ini pun tidak terlalu kuat, namun kini malah semakin kokoh karena terlatih menanggung beban...
Mata ini hanya dapat memperhatikan diri sendiri, namun kini ia semakin dapat memperhatikan orang lain...
Telinga ini hanya mendengar hal-hal yang menyenangkan diri, namun kini ia semakin dapat peka mendengar tangisan hati orang yang membutuhkan pertolongan...
Hati ini hanya dapat memikirkan dan merencanakan segala yang baik untuk diri ini, namun kini ia semakin dipertajam untuk memikirkan dan mengerjakan apa yang menjadi KEHENDAK TUHAN saja...
Semuanya benar-benar berubah..
Dan aku sungguh berubah...


Jalan ini penuh kenangan..
Dan tak akan pernah kulupakan..
Semua begitu terencana indah dan sempurna di dalamku..


Hari ini..
Aku mau beristirahat sejenak saja..di tempat perhentianku..


Mengumpulkan tenagaku kembali...
Mengamati dengan iman, peta perjalananku selanjutnya yang sudah Tuhan rancang bagiku ...
Dan menyiapkan segala peralatan dan perlengkapan yang baik dan tepat guna


Dan Setelah semua siap,
Aku akan kembali lagi melangkah dengan kasih, ketaatan dan iman kepada Tuhan dalam mengerjakan panggilanNYA selama aku di dunia ini..




Terima kasih Tuhan
Untuk semua yang telah KAU berikan bagiku di sepanjang ku mengerjakan bagianku selama ini...
Aku bersyukur dapat mengalami kasih Tuhan di dalamnya..
dan semuanya hanya karena kasih dan kemurahanMU dalam hidupku..
Bukan karena kuat dan hebatku, namun karena anugerahMU saja.

Untuk Sobatku..
Ingat dan renungkanlah kasih Tuhan dalam hidupmu..
Mungkin kau merasa, kau tidak terlalu cukup baik atau berarti hingga saat ini,
namun ketika kau melihat lebih dalam dan lebih dalam lagi,
kau akan menemukan bahwa Tuhan begitu mengasihi dan menghargaimu, bahkan DIA yang telah menolongmu, campur tangan dalam perjalanan hidupmu  serta memberikan sesuatu yang baik di dalam hidupmu..syukurilah hal tersebut..

Mungkin di awalnya kau merasa bingung, kecewa, kenapa hal itu terjadi padamu
Namun percayalah, bahwa DIA punya rencana yang jauh lebih baik untukmu..

Mungkin, kau sedih karena harus terpisah, terlepas dari sesuatu yang kau anggap baik,
Namun percayalah, bahwa DIA akan menggantikannya yang terhilang tersebut dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari yang kau miliki sebelumnya..

SEBAB DIA ADALAH TUHAN, 
DIA TAHU APA YANG PALING BAIK UNTUKMU DAN UNTUKKU


How vast His grace! How great His faithfulness!
How deep His love! How rich His mercy!
How high His thoughts! How sure His wisdom!
And all of these, He gives to me.

So I will praise Him with every breath
For He has rescued me from certain death
And now this life I live, I live in Him
O let His glory shine while mine grows dim.